Poker Terpercaya - Nama saya andi dan saya ingin menceritakan kisah yang nyata yang terjadi kepada saya. Dulu saya yang masih duduk di bangku SMU itu memiliki penyakit leukimia yang sudah mencapai tingkat 4 atau bisa di bilang sudah berada di ujung tanduk. Waktu itu saya yang sudah putus asa pun ingin mengakhir hidup saya dengan meloncat dari lantai paling atas sekolah.

Tapi sewaktu saya mau meloncat itu saya di cegah sama sosok siswi yang terus memegang tangan saya dan juga mengatakan kepada saya untuk tidak mengakhir hidup saya itu. Dia yang terus memegang saya dan dengan kekuatannya itu, dia pun mengangkat saya untuk tidak jatuh ke bawah.
 
 
http://54indo.com/register
 

Poker Online - Saya pun pada waktu itu sudah putus asa pun memarahi dia karena dia itu bukan siapa-siapa daya dan juga saya tidak mengenal dia sama sekali. Saya pun mengatakan kepadanya kalau hidup saya sudah tidak lama lagi dan kenapa tidak sekarang saya mengakhiri hidup saya itu. Tapi dia pun mengatakan kalau penyakit yang saya alami itu bisa di sembuhkan.

Saya pun mengatakan kalau dokter saja sudah memvonis kalau hidup saya sudah tidak lama lagi kenapa dia bisa bilang seperti itu. Dia juga mengatakan kalau tuhan tidak adil kepada saya kenapa saya mempunyai anggota tubuh yang lengkap berarti tuhan masih sayang kepada saya. Dia juga mengatakan kalau saya ingin menikmati hidup maka harus pandai-pandai bersyukur jadi orang.

Tapi waktu saya melihat dia itu kulitnya sangat pucat dengan tatapan yang begitu hangat di mata saya, di dalam hati saya pun bertanya siapa gadis yang telah menolong saya dari kebodohan yang telah saya lakukan itu. Dia juga mengatakan kalau dia bisa menjadi teman saya kalau memang tidak ada yang mau berteman dengan saya.

Setelah itu dia berjalan menuju pintu dan waktu saya kejar, dia sudah menghilang bagai di telan bumi saja. Saya pun turun ke bawah dan masuk ke kelas saya dengan rasa kebinggungan. Jam sudah menunjukan jam pulang sekolah dan hujan pun turun sangat lebab sekali dan karena saya tidak sabar dengan hujan berhenti itu pun saya langsung menerobos hujan itu.

Sewaktu saya menoleh ke atas itu saya melihat dia sedang berdiri di pagar pembatas dengan memandangi hujan yang turun dari langit. Karena saya belum mengetahui namany itu saya berniat untuk mendekatinya tapi ibu saya sudah menjemput saya di depan sekolah. Saya pun berpikir kalau besok saja saya menemuinya.
Poker Terkini - Besok paginya saya bertemu dengannya di belakang halaman sekolah dan bertanya nama serta kelas berapa. Dia pun mengatakan kalau namanya adalah fany dan kelas 2 SMU. Saya pun berteman denganya. Dia pun mengatakan kalau menyuruh saya untuk meminum air kepala muda agar penyakit saya bisa menghilang.

Karena air kelapa bisa mencuci kotoran yang ada di dalam tubuh saya itu. Sewaktu saya ngobrol dengan fany itu, darah pun keluar dari hidung saya dengan kepala yang sangat sakit sekali yang tidak bisa saya menahannya yang pada akhirnya saya pun pingsan. Fany yang kaget melihat saya pingsan itu pun mencari bantuan.

Tapi waktu dia menjerit-jerit kalau saya sudah pingsan itu tapi tetap saja tidak ada yang mendengarnya dan pada akhirnya dia tau kalau dia sudah meninggal atau dia adalah seorang hantu yang tidak berdaya sama sekali melihat saya yang pingsan tidak bangun-bangun itu. Tapi karena tuhan masih menyayangi saya itu, dengan idenya Fany pun mengunci pintu ruangan guru karena dia takut para guru akan ketakutan kalau melihatnya.

Dia pun mengambil spidol yang ada di salah satu meja guru dan menuliskan di papan tulis kalau saya pingsan di belakang halaman sekolah. Waktu itu para guru yang melihatnya pun terkejut dan mengikuti arah dari papan tulis itu. Barulah saya di temukan, singkat ceritanya waktu saya bangun itu saya sudah berada di rumah sakit.

Ibu dan ayah saya yang berada di samping tempat tidur saya itu pun menangis tidak hentinya. Fany yang melihat saya itu pun menanyakan keadaan saya. Saya pun mengatakan kepada kedua orang tua saya kenapa saya yang harus mendapatkan penyakit seperti ini sambil meneteskan air mata saya.
Agen Poker - Dan karena saya masih belum pulih maka dokter menyarankan saya untuk menginap di rumah sakit beberapa hari sampai keadaan saya benar-benar sudah baik. Dan waktu saya di rumah sakit itu saya di temani oleh fany yang setiap harinya membawakan saya kelapa muda untuk saya minum.

Dan sudah 2 minggu saya sudah berada di rumah sakit itu, dokter yang menangani saya terkejut dan mengatakan kepada orang tua termasuk saya itu kalau penyakit saya sudah tidak ada lagi di dalam tubuh saya itu. Ibu saya pun menanyakan kepada saya apa yang telah terjadi dengan saya. Saya pun mengatakan kalau teman saya yang bernama Fany memberikan saya air kelapa untuk di minum setiap harinya.

Jadi selama saya di rumah sakit itu saya tidak minum obat yang telah di anjurkan oleh dokter dan di bawa oleh suster itu. Orang tua saya pun ingin bertemu dengan Fany jadi kami langsung pergi kesekolah untuk bertemu dengan Fany yang telah menolong saya. Waktu saya mencari di kelasnya dan bertanya ada yang bernama Fany itu, semua siswa yang ada di kelas pun mengatakan tidak ada nama Fany dikelas itu.

Saya pun langsung pergi ke ruangan guru dan bertanya kepada guru saya dengan nama Fany itu pun mengejutkan para guru, Guru saya pun menyuruh saya untuk duduk dan mengatakan kepada saya kalau siswa Fany telah meninggal 1 tahun yang lalu tapi ibu saya pun mengatakan kalau jangan bercanda karena saya setiap hari di temani oleh Fany.

Guru saya pun mengatakan kepada saya kalau memang saya tidak percaya maka guru saya pun membawa saya ke rumah Fany yang tidak jauh dari sekolah. Setelah kami sampai di rumah Fany itu kami bertemu dengan ibunya Fany dan kami semua masuk ke rumah Fany. Terus saya langsung bertanya kepada ibunya Fany kalau di mana Fany berada.

Ibu Fany pun mengantarkan saya ke sebuah pemakaman di beberapa gang dari rumah Fany itu. Sampai di sebuah kuburan itu, ibunya pun mengatakan kalau ini adalah Fany dan memang benar kalau ada foto Fany di kuburan itu. Di sana saya langsung lemas dan menangis sekeras-kerasnya. Tiba-tiba saya mendengar kalau Fany mengatakan kepada saya untuk selalu menghargai hidup di dunia ini. Saya pun langsung menangis dan mengucapkan terima kasih atas semuanya.