Poker Terpercaya - Kutukan foto Aisha adalah sebuah legenda cerita rakyat yang menakutkan dari Malaysia yang menceritakan tentang seorang gadis muda yang dengan begitu buruknya disiksa dan dibunuh oleh empat pria keji. Sekarang dia akan menagih pembalasan dendamnya dengan memberikan kutukan kepada setiap orang yang melihat gambarnya.
Aisha merupakan seorang gadis desa yang pemalu dan dia tinggal di sebuah desa kecil tapi pada tahun 1984, dia pindah ke Kuala Lumpur yakni ibukota dari negara Malaysia. Kemudian Aisha menderita sebuah penyakit langka yang memaksanya takut kalau harus di foto dan penyakitnya itu di sebut dengan penyakit Photophobia.
Aisha merupakan seorang gadis desa yang pemalu dan dia tinggal di sebuah desa kecil tapi pada tahun 1984, dia pindah ke Kuala Lumpur yakni ibukota dari negara Malaysia. Kemudian Aisha menderita sebuah penyakit langka yang memaksanya takut kalau harus di foto dan penyakitnya itu di sebut dengan penyakit Photophobia.
Poker Online - Matanya sangat sensitif dengan cahaya yang terang dan itu bisa mengakibatkan kepalanya menjadi sakit. Oleh karena itu Aisha selalu mengenakan kacamata yang gelap dan tidak pernah membiarkan seorang pun mengambil gambar fotonya. Lampu kilatan kamera saja bisa menyebabkan kepalanya sakit dan tubuhnya akan menjadi lemah.
Suatu hari di sebuah pabrik yang di mana Aisha bekerja sedang mengadakan pesta yang memang rutin di adakan. Setiap orang di sana bersenang-senang dan Aisha memutuskan melepas kacamatanya. Seseorang di pesta itu memiliki sebuah kamera dan langsung mengambil sebuah gambar.
Segera setelah lampu kilatnya berkedip, Aisha merasakan sakit yang luar biasa dan akhirnya pingsan di lantai. Dia menderita sebuah sakit kepala yang tidak henti-hentinya dan mulai mengeluarkan buih busa dari mulutnya. Gadis malang itu menggeliat di lantai hingga mobil ambulans datang dan membawanya ke rumah sakit.
Aisha menghabiskan 3 hari di rumah sakit, terbaring dalam sebuah ruangan yang gelap. Pria yang mengambil fotonya waktu itu datang untuk mengunjunginya dan meminta permohonan maaf atas ketidaksengajaannya. Setelah itu Aisha terpaksa berhenti bekerja. Dokter yang menanganinya memberinya beberapa obat-obatan dan menganjurkannya untuk beristirahat dalam waktu yang lama.
Lalu dia akhirnya menghabiskan hari-harinya di rumah dan hanya keluar ketika malam hari karena sudah gelap untuk membeli makanan. Tuan rumahnya kemudian kasihan padanya dan mengijinkan Aisha untuk tinggal di apartemennya tanpa harus membayar biaya sewa hingga dia cukup sehat untuk dapat pulang.
Sebulan kemudian Aisha yang telah benar-benar pulih dan ini waktunya untuk dia melakukan perjalanan kembali ke kampung halamannya. Malam itu setelah hari sudah gelap, Aisha meninggalkan rumah itu dan berjalan ke sebuah stasiun bus. Dalam perjalanan ada sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depan jalannya dan empat orang pemuda keluar dari sana.
Poker Terkini - Mereka menghadang langkah Aisha dan ketika dia hendak melarikan diri dari mereka, mereka menangkap dan menyeretnya masuk ke dalam mobil. Ke empat pria itu menculiknya dan membawa ke sebuah rumah kosong di sekitar pinggiran kota. Mereka mengikat tangan dan kakinya pada sebuah kursi.
Kemudian salah satu dari pemuda tadi mengeluarkan pisau dan menyobek-nyobek pakaiannya. Aisha menangis dan memohon agar mengasihani dirinya tapi para pemuda itu hanya tertawa melihatnya. Mereka mulai memukuli dan menyiksanya dengan kasar. Salah seorang lagi dari mereka lalu mengeluarkan sebuah kamera untuk mengambil beberapa gambar.
Aisha memohon agar tidak mengambil gambarnya dan mencoba menjelaskan bahwa dia memiliki suatu kondisi yang jarang ditemukan yang membuatnya sangat sensitif terhadap cahaya. Pria-pria itu mengacuhkan permohonannya dan mulai memotret beberapa gambar. Segera setelah kilatan lampu kamera itu berkedip Aisha terserang oleh sakit kepala yang sangat hebat.
Kepalanya berdenyut-denyut dan dia menjerit kesakitan. Para pemuda itu masih memukul mukulnya dan setelah itu mengambil gambarnya. Tiap kali lampunya berkedip itu dia merasa kepalanya seperti mau meledak. Darah mulai mengalir keluar dari hidung, telinga dan matanya. Setelah menderita sekitar lebih dari empat jam, Aisha dalam keadaan sakit yang teramat sangat dan sudah tidak mampu lagi bergerak.
Dia masih terikat di tempatnya. Pria-pria keji itu lalu membopongnya keluar dan masuk kembali ke mobil dengan melemparnya ke dalam bagasi. Mereka melaju ke sebuah jembatan dan memberitahu dirinya kalau mereka akan melemparnya masuk ke sungai dan membiarkannya tenggelam.
Hanya beberapa saat sebelum mereka melemparnya ke dinginnya air sungai itu, Aisha menjerit dengan keras, “Siapapun yang melihat gambar saya tanpa seijin saya, saya akan memberikan kutukan kepada mereka dalam mimpinya dengan sakit yang sama yang saya alami. saya bersumpah saya akan memberikan kutukan itu. Walau saya telah mati, penderitaan akan hinggap kepada siapa yang melihat gambar saya!”.
Besok paginya ke empat pemuda itu pergi ke sebuah konter cetak foto untuk mendapatkan gambar yang telah mereka ambil. Mereka memberi penjaga yang berada di belakang konter beberapa lembar uang dan mengancamnya untuk tetap diam mengenai isi dari foto-foto itu.
Ketika para pemuda itu melihat hasil foto Aisha yang merana dan tanpa harapan dan tersiksa, mereka mulai tertawa terkekeh-kekeh. Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi menabrak sebuah pohon. Salah satu cabang dari pohon itu menembus masuk ke kaca jendela mobilnya dan menghantam tepat di kepala dari pengemudinya dan membunuhnya seketika.
Orang kedua dibawa ke rumah sakit tapi tewas pada sore harinya karena pendarahan di bagian dalam tubuhnya. Orang ketiga selamat dari tabrakan maut itu dengan hanya cedera ringan. Setelah melilit perban pada lukanya, dokter lalu mengijinkannya untuk pulang. Dalam perjalanan ke rumahnya pria itu terpeleset dan jatuh ke sebuah lubang galian.
Jatuh ke dasar hingga salah satu kakinya patah dan dia tidak dapat untuk memanjat naik kembali. Malam itu hujan turun dengan derasnya sampai ketinggian air mulai naik dalam lubang itu dan akhirnya menenggelamkan pria itu. Pria ke empat tidak mendapati cedera apapun dan langsung bisa pulang ke rumahnya.
Tapi malam itu ketika tengah berbaring di ranjangnya, dia bermimpi kalau Aisha datang padanya dan menghantam kepalanya dengan sebuah tongkat. Ketika terbangun itu dia merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya. Rasa sakit itu semakin bertambah hingga dia sendiri tidak dapat lagi menahannya.
Agen Poker - Dia merasa pikirannya seperti akan hilang dan mulai menusuk-nusuk kepalanya dengan sebuah garpu. Dia mulai menyesal akan apa yang telah dia lakukan dan merasa telah dikutuk oleh Aisha. Dia lalu pergi ke sebuah kantor polisi terdekat dan menyerahkan dirinya sendiri di sana dan juga memberitahu semua apa yang telah dilakukannya terhadap Aisha malam itu.
Seluruh foto-foto yang dia ambil diserahkannya kepada pihak kepolisian. Pria itu lalu ditahan dan dimasukkan ke dalam sebuah sel sementara polisi mulai mencari jasad Aisha. Pria itu akhirnya meninggal dalam penjara. Dia menghabisi hidupnya sendiri dengan menghantamkan kepalanya ke tembok hingga tengkoraknya pecah.
Dia tidak mampu menahan sakit kepala yang tidak terkira itu lebih lama lagi. Dua hari kemudian, tubuh yang sudah tidak bernyawa Aisha muncul dan mengapung di permukaan sungai. Jasadnya lalu dibawa ke kamar mayat di mana mereka mengidentifikasi sidik jari dan melakukan otopsi. Dokter yang melakukan otopsi lalu mengambil sebuah gambar dari jasad Aisha sebagai bukti.
Tapi ketika sekejap lampu kamera itu menyala, dia terkejut melihat mata Aisha mendadak tertutup. Tidak lama setelah itu, dokter itu ditemukan meninggal karena overdosis obat penahan sakit. Siapa pun yang melihat foto otopsi itu juga dilaporkan mengalami mimpi buruk dan sakit kepala yang hebat.
Tidak lama, mereka semua di temukan meninggal dengan cara yang misterius. Akhirnya pihak kepolisian memusnahkan hampir semua foto-foto itu. Mereka juga berusaha menjaga kerahasiaan kasus ini dari masyarakat tapi rumor kutukan Aisha sudah mulai beredar seputar Malaysia. Beberapa dari foto-foto otopsi Aisha kemudian bocor dan terpajang di internet.
Katanya siapa pun yang melihat gambar-gambar itu akan menemui hantu Aisha dalam mimpinya. Dan ketika mereka bangun, mereka akan mengalami sakit kepala kronis dan tidak henti-hentinya. Gambar jasad Aisha akan menghantui kemana pun mereka pergi. Di mana pun mereka menoleh, gambar Aisha akan hadir di depan matanya.



0 Comments