Poker Terpercaya - “Cepat pergi dan langsung menuju toko! Jangan main-main” ibunya berkata dengan sangat tegas saat dia menyerahkan uang tersebut. “Bos ayahmu akan datang untuk makan malam hari ini dan aku harus membuat makanan favoritnya, tumis hati. Sangat penting bahwa kita membuat kesan yang baik, jadi cepat belikan aku hati yang terbaik yang mereka jual”.

“Baik ma” ucap Jimmy. Ibunya benar-benar marah kali ini karena tadi pagi dia mendapati bahwa rapor Jimmy mendapat banyak angka merah. Jimmy langsung mengambil sepedanya dari garasi dan segera bergegas. Di jalan Kemudian dia melihat temannya Chad. “Ayo, Jimmy!” kata Chad. “Anak-anak sedang bermain bisbol di taman dan kita perlu pitcher”.


http://54indo.com/ 


Poker Online - Segera saja pikiran tentang untuk segera membelikan keperluan ibunya menghilang dari pikiran Jimmy. Anak-anak itu kemudian menuju ke taman. Dan mereka bermain sampai hari mulai gelap. Kemudian Jimmy teringat akan tugasnya. “Hati” ingatnya. “Aku harus pergi ke toko” tapi, terlambat toko daging telah tutup.

“Ibu akan membunuhku” dia sangat gugup. Pertama rapor yang jelek, dan sekarang ini! Aku akan dihukum seumur hidup, begitu pikirnya. Saat dia naik rumah melewati kuburan, dia punya ide. Itu adalah ide yang mengerikan, tapi itu akan menyelamatkannya dari nasib yang lebih mengerikan yang menantinya jika dia pulang kerumah tanpa membawa hati.
 
Poker Terkini - Saudara kakeknya telah meninggal beberapa hari yang lalu dan telah dimakamkan di pemakaman. Apa salahnya jika mengambil hatinya. Itu tentu saudara kakeknya itu sudah tidak membutuhkannya. Jimmy bergegas ke rumah diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain dan mengambil sekop ayahnya.

Dia kembali ke pemakaman dan mulai menggali kuburan saudara kakeknya. Malam itu, ibunya memasak tumis hati dan bos ayahnya memuji tentang makanan yang di sajikan dan memiliki waktu yang baik sehingga dia pulang agak larut. Jimmy pergi tidur malam itu, dia merasa lega karena berhasil lolos dari hukuman ibunya.

Dia tertidur tapi waktu kepalanya menyentuh bantal itu dia terbangun karena dia mendengar suara seperti orang berbisik. “Di mana hati saya?”. Suara berbisik itu terdengar dari arah tangga, suara yang dalam dan parau. Jimmy tersentak ketakutan dan menyembunyikan dirinya dibawah selimut. Bunyi langkah kaki berat mulai terdengar mencapai puncak tangga. *Duk, duk, duk. Langkah kaki semakin dekat, sampai sesuatu telah mencapai pintu kamarnya Jimmy.

Agen Poker - “Siapa yang mengambil hati saya?” tanya suara yang mengerikan itu lagi. “Pergilah. Pergi” bisik Jimmy berulang kali. Seluruh tubuhnya gemetar ketakutan karena sekali lagi suara itu bertanya “dimana hati saya? Siapa yang mengambil hati saya?”.

Rasa takut membuatnya tiba-tiba berani. Jimmy melemparkan kembali selimut dan melihat wajah putih keriput dari saudara kakeknya tepat di atasnya. “Kami memakan hati milikmu” teriaknya. “Aku tahu, Jimmy” mayat busuk itu berkata dengan lembut, merentangkan tangannya yang kurus ke arah tubuh anak yang semakin gemetar itu dan membuat Jimmy berteriak.

Keesokan harinya orang tuanya menemukan Jimmy telah tergeletak mati bersimbah darah diatas tempat tidurnya. Hatinya telah terobek keluar dari tubuhnya tapi waktu otopsi medis membuktikan kalau Jimmy sudah mati ketakutan sebelum hatinya keluar dan terpisah dari dalam tubuhnya tersebut.