Poker Terpercaya - Pada hari minggu itu kami sekeluarga pun berangkat dari rumah mau pergi ke rumah paman saya. Sewaktu di perjalanan itu pun saya sudah merasa ada yang aneh tapi saya tidak melihat sesuatu yang aneh dalam perjalanan keluarga saya itu. Saya pun merasa aneh itu pun mengatakan kepada ibu, ayah dan kak ani.

Saya mengatakan kepada mereka untuk berhati-hati saja tapi saya masih tidak bisa mengatakan apa yang akan terjadi karena saya yang belum mendapatkan bayangan sama sekali. Tapi perjalanan kami pun aman-aman saja sampai kami tiba di rumah paman saya yang terbilang kaya raya itu.


http://karpetjin.com/


Poker Online - Paman saya memiliki toko di mana-mana dan salah satunya supermarket yang terbesar di daerahnya itu. Anak-anaknya sudah seumuran dengan saya dan ada juga ada yang seumuran dengan kak ani. Kami pun karena bermain dengan anak paman saya itu maka kami semua kalau kemana-mana selalu di hormati.

Tapi dari itu semua, paman saya yang satu ini terbilang pelitnya minta ampun tapi karena kami jarang-jarang datang ke rumahnya itu pun dia mengijinkan kami untuk makan dan minum sepuasnya di salah supermarket yang ada di daerahnya sana. Dan sanalah saya melihat ke anehan yang terjadi.

Yakni pada supermarket yang terbilang besar itu karena sebelum masuk ke dalam supermarket itu saya sudah mendapatkan hawa yang menurut saya kurang bagus. Jadi karena saya mendapatkan hawa seperti itu pun saya mengajak ayah dan ibu saya dan juga semuanya untuk pulang ke rumah paman dulu.

Sesampainya di rumah aunti saya pun menanyakan ada apa kenapa tidak masuk ke supermarket dan langsung pulang. Tapi dari raut wajah aunti saya itu ada sesuatu yang di simpannya. jadi ibu saya pun mengatakan sebenarnya apa yang terjadi di supermarket itu.

Karena tidak biasanya Digo (saya) takut seperti itu dan minta balik ke rumah. Barulah aunti saya mengatakan yang sebenarnya kepada kami semua. Jadi karena sebelum sampai di sini saya sudah memberitahukan kalau harus berhati-hati itulah ibu saya mengajak kami pulang ke rumah saja.

Poker Terkini - Aunti saya merupakan sepupu dari ibu saya yang jauh dan dari awal aunti saya mengajak kami sekeluarga untuk tinggal beberapa hari di rumahnya saja, ibu saya sudah tidak mau datang tapi karena ayah saya menghormati panggilan dari aunti saya itu makanya kami semua datang ke rumah aunti saya.

Setelah kami semua mendengarkan cerita dari aunti saya itu pun bersama dengan keluarganya itu ibu saya tetap bersikeras untuk tidak mau ikut campur dengan masalah yang satu ini karena dia tidak mau salah satu kami terpisahkan dan hanya cukup sekali dalam hidupnya itu saja.

Karena ibu saya dan kami sekeluarga sudah trauma dengan apa yang pernah terjadi di rumah nenek saya itu. Tapi hati saya tergerak untuk membantu keluarga aunti saya, yah walau pun saya tidak begitu dekat sama mereka. Saya pun mengatakan kalau saya akan mencobanya lalu ibu saya pun memarahi saya dan saya mengatakan kepadanya untuk mempercayai saya satu kali ini saja.

Dan saya pun mengatakan kalau saya akan membantu aunti saya dalam sekali saja tapi saya memintanya untuk di pagi hari saja kalau malam hari pastinya hantunya akan lebih ganas lagi. Besok paginya setelah supermarket itu buka, saya dan anak dari paman saya untuk mengikuti saya.

Setelah saya masuk ke dalam supermarket itu pun saya sudah merasakan hawa yang sangat kuat itu pun mengatakan kepada abdul untuk tidak jauh-jauh jalan dengan saya dan harus fokus. Setelah saya masuk di dalam salah satu lorong supermarket itu snagat terasa hawanya.

Saya pun melihat ada sosok wanita yang memakai baju sekolah dengan darahnya dimana-mana. Saya pun mengatakan kepada hantu itu apa maunya sampai membuat supermarket yang besar ini tidak di datangi oleh manusia. Dia pun hanya diam saja dan berjalan dengan kaki yang di seretnya itu. 

Agen Poker - Sesudah sampai di sebuah gudang itu pun dia menghilang dan di saat itu abdul pun menghalang saya untuk tidak masuk ke dalam gudang tersebut. Saya pun melihat ada kejanggalan yang di buat oleh abdul itu. Karena dari awal abdul tidak pernah mau masuk ke dalam supermarket ini padahal ini milik orang tuanya sendiri.

Tiba-tiba hantu itu keluar membawa parang dan mau menamcapkan kebadan abdul lalu saya pun mengeluarkan butiran yang biasa saya pakai itu pun melemparkan ke tubuh hantu itu. Setelah itu saya pun menarik abdul untuk lari dan keluar dari supermarket itu. Di dalam perjalanan itu pun saya mendapatkan bayangan tentang kematian hantu itu yang ternyata di bunuh oleh abdul.

Sesampainya di rumah, saya pun menceritakan semuanya kepada orang tua saya dan orang tua abdul tapi di saat itu keluarga aunti saya tidak bisa menerimanya sama sekali dan mengatakan kalau anaknya itu tidak bersalah sama sekali. Dan di saat itu juga kak ani pun mengatakan kalau semalam abdul mengintip kak ani yang sedang mau mandi.

Di sana saya langsung marah dan mengatakan kalau kami akan pulang saja dan menyuruh mereka untuk mengurusnya sendiri. Tapi karena mereka orang kaya maka keluarga saya pun di tahan dan memaksa saya untuk mengusir hantu tersebut. Saya pun mengatakan kalau hantu itu bukan mau saya tapi dia mau abdul.

Saya pun memberikan dua pilihan kepada abdul yakni di bunuh sama hantu itu atau masuk penjara. Saya pun langsung malam itu juga menuju ke supermarket dan meminta bantuan sama hantu itu. Saya menceritakan apa yang terjadi terhadap keluarga saya dan hantu itu pun tetap menunjukan gudang tersebut.

Saya pun langsung meminjam telepon salah satu pegawai di sana untuk telepon polisi dan saya pun meminta agar polisi jangan memakai mobil polisi dan datang jangan memakai baju dinas. Dan akhirnya polisi itu pun datang dengan bersama saya untuk membuka gudang itu.

Dan setelah kami membuka gudang itu pun bau sekali dan kami menemukan mayat dari hantu itu yang sangat menyedihkan sekali dengan pakaian yang sobek dan juga kaki yang di patah. Setelah itu kami pun menuju ke rumah aunti saya dan untuk menangkap sekeluarga karena telah menyembunyikan perbuatan anaknya itu.