Poker Terpercaya - Cerita ini saya ambil dari pengalaman paman saya waktu paman saya masih remaja yang bernama mas dodi. Waktu itu di desa saya sedang populer sekali tentang namanya hantu jadi-jadian. Salah satunya pocong dan kuntilanak. Waktu sore menjelang maghrib kebiasaan mas dodi baru pulang ke rumah neneknya karena telah bermain bola bersama teman-temannya.

Dia tidak pulang ke rumah orang tuanya karena dia tahu pasti dia akan kena marah oleh kedua orang tuanya. Jarak rumah nenek mas dodi dengan rumah kedua orang tua mas dodi hanya beberapa meter saja dan juga karena satu jalan. mas dodi ini di suruh oleh neneknya untuk mandi dan makan.


 54indo.com


Poker Online - Setelah mendengar ucapan itu dari mulut neneknya, mas dodi langsung bergegas melakukannya dan setelah selesai mandi mas dodi langsung makan dengan masakan yang sudah di sediakan. Setelah selesai makan itu entah kenapa mas dodi ketiduran dan lupa untuk pulang. Waktu menunjukan tengah malam, mas dodi terbangun dari tidurnya.

Dia mempunyai niat untuk pulang ke rumah karena besok dia harus sekolah. Langsung dia pun berpamitan dengan neneknya dan menyuruh neneknya untuk mengunci pintu rumah. Setelah keluar dari rumah entah kenapa mas dodi merasakan sesuatu yang tidak enak dalam dirinya tapi mas dodi pun meragukannya.

Waktu mas dodi berjalan dengan jalanan yang sangat sepi sekali itu. Mas dodi sudah melewati beberapa rumah yang sampai akhirnya dia harus melewati pohon pisang yang besar untuk sampai ke rumah kedua orang tuanya. Beberapa rumah sudah dilewatinya kini tinggal pohon pisang itu yang harus mas dodi lewati.

Poker Terkini - Sebelum mas dodi melewati pohon pisang itu pun mas dodi melihat ada sesuatu di balik pohon pisang itu. Karena sesuatu yang di lihatnya bergerak dan tidak jelas maka mendekatlah mas dodi dengan membawa batu besar di tangan kanannya untuk berjaga-jaga. Setelah mas dodi sudah cukup dekat dengan sesuatu yang bergerak itu dan mas dodi mempunyai keinginan untuk melempar batu yang ada di tangan kanannya.

Tapi sebelum mau melempar batuyang di pegangnya itu pun betapa terkejutnya mas dodi kalau ada sesuatu yang bergerak tadi menoleh dan melihat ke mas dodi. Dia terkejut kalau yang di lihatnya adalah pocong jadi-jadian. Muka pocong itu sangat seram sekali, matanya melotot dan banyak darah di pipinya.

Dengan iman yang kuat mas dodi melemparkan batu yang ada di tangan kanannya ke pocong itu dengan mengucapkan “Allahuakbar!” batu itu mengenai badan pocong itu. Sehingga pocong itu terjatuh. Setelah melihat pocong itu berdiri, mas dodi langsung berlari secepat mungkin. Dan yang paling aneh pocongnya itu mengejar mas dodi dengan membawa sebuah pisau di tangannya.

Agen Poker - Melihat itu semua mas dodi lari sekencang-kencangnya untuk ke balai desa. Karena tempat pos rondanya itu ada di balai desa. Setelah sampai di balai desa mas dodi melihat kebelakang dan tidak melihat apa-apa. Padahal dia tahu sebelum dia sampai ke balai desa, pocong itu pun masih mengejarnya dengan membawa pisau di tangannya.

Lalu mas dodi mendekati orang yang sedang ronda dengan nafas tergesa-gesa. Mas dodi menceritakan semua apa yang terjadi dengannya. Setelah tahu dari cerita mas dodi orang-orang yang sedang ronda mengantarkannya pulang. Sampailah mas dodi di rumah kedua orang tuanya. Dan besoknya mas dodi menceritakan apa yang terjadi pada malam tadi kepada kedua orang tuanya.

Sampai akhirnya mas dodi dan keluarganya mengundang orang pintar dan mas dodi di suruh meminum air putih yang diberikan oleh orang pintar itu. Setelah kejadian itu mas dodi tidak pernah lagi pulang sore dan tidak pernah lagi tidur di rumah neneknya.