Poker terpercaya - Indigo itu adalah kemampuan atau sifat yang sangat spesial dan tidak semua manusia memilikinya. Dan karena kemampuan ini ada sama saya jadi saya ingin menceritakan semuanya dengan kalian semua karena menjadi anak yang memiliki kemampuan seperti saya itu sangat sengsara kalau bisa di bilang.

Pada umur 1 tahun saya yang sudah bisa merangkak itu ibu saya pun menguji saya dan meninggalkan saya di ujung sudut dan ibu saya pun berdiri jauh dari saya dengan istilah agar saya merangkak ke arahnya itu. Waktu saya merangkak itu saya mulai binggung karena saya melihat ada dua perempuan yang sedang menunggu di depan saya.


http://karpetjin.com/


Poker Online - Entah yang mana ibu saya itu, saya pun langsung merangkak ke arah yang menurut saya benar kemudian saya pun langsung merangkak ke arah kiri untuk menemui ibu saya itu. Tapi ibu saya yang berada di sebelah kanan itu langsung memanggil saya dan dia tidak memikir yang tidak-tidak tentang apa yang saya lakukan itu.

Lalu ibu saya pun berganti ke kiri untuk menggendong saya. Saat ibu berganti kearah kiri, saya melihat perempuan tadi langsung pergi menjauh dari sana. Pada umur 2 sampai 3 tahun itu saya yang sudah bisa berjalan dan berbicara sedikit dengan kata-kata yang belum sangat jelas.

Waktu saya sednag berjalan itu saya sering terdiam dan melihat ke ujung rumah dan waktu saya pergi ke sana itu saya melihat seorang anak perempuan yang sedang melambaikan tangan dan mengajak saya bermain tapi karena orang tua saya melihat saya itu dan karena mereka takut saya terluka, mereka langsung menggendong saya pergi menjauh dari sana.

Saat ibu saya mengendong saya menjauh itu saya melihat ke arah anak perempuan itu pun terlihat sedih karena kesepian dan tidak ada teman yang mau bermain dengannya. Pada umur 4 sampai 5 tahun itu saya yang sudah bisa berbicara yang sangat lancar itu pun.

Poker Terkini - Sering di ajak pergi ketaman yang di dekat rumah untuk bermain dan berjalan jalan disana. Saat dalam perjalanan ke sana, saya sering melihat sesuatu yang aneh dan saya pun bertanya kepada ibu saya “ibu, itu apa?”. Lalu ibu saya pun menjawab “itu pohon nak”. Lalu saya hanya mengiyakan itu karena saya tidak terlalu paham apa yang saya lihat.

Pada umur 6 sampai 7 tahun itu saya sudah sekolah dan duduk di bangku kelas 1 SD dan saya duduk paling belakang dan di paling sudut jendela. Setelah itu saya yang sudah beranjak ke kelas 2 saya yang masih duduk dengan posisi yang sama seperti kelas 1. Saat itu saya duduk dengan seorang perempuan yang memiliki wajah yang putih, tubuh yang lemah dan baju yang berdarah.

Dan pada umur 8 sampai 9 tahun saya sudah kelas 4 dan saat itu saya mendengar kalau ada rumor yang mengatakan kalau ada seorang nenek yang dulu pembunuh siswa di sekolah ini. Jadi karena rumor itu pun saya menjadi takut setiap kali berada di kelas. Waktu itu saat istirahat saya yang sedang memakan bekal buatan ibu saya untuk saya.

Lalu saya memakannya di dalam kelas. Saat itu tidak ada seorang pun yang berada di dalam kelas itu hanya saya sendiri yang berada disana. Dan saat sedang makan itu saya melihat ada seorang nenek yang berada diluar sambil memegang perutnya. Karena merasa kasihan saya langsung keluar dan menemui nenek tersebut. 

Agen Poker - Saat sampai disana saya baru ingat kalau ada nenek-nenek pembunuh anak kecil, saat saya ingin lari tiba-tiba nenek tersebut berkata “apakah kamu mempercayai mereka di banding bertanya langsung?” mendengar kata tersebut saya langsung terdiam dan bertanya kepada dia “apa benar yang mereka semua katakan?” 

Lalu dia menjawab “itu semua tidak benar, saat itu saya adalah seorang yang di tugaskan membersihkan daerah sekolah ini, saat saya sedang membersihkan kelas ini, tiba-tiba saya mendengar ada seseorang yang minta tolong, lalu saya pun keluar dan melihat ada seorang anak yang berbaring di lantai, di penuhi dengan darah di tubuhnya.

Kemudian waktu saya mendekati dan ingin membantunya tapi saat saya mendekatinya itu tiba-tiba banyak warga yang datang dan menuduh bahwa saya pembunuh anak tersebut, karena itulah saya di sebut pembunuh”. Lalu saya mulai bertanya lagi “lalu kenapa anda disini?” kemudian dia menjawab “saya di pukuli warga disini dan karena umur saya sudah tua, saya tidak dapat bertahan dan langsung meninggal disini”. 

Saat mendengar itu semua, saya terkejut dan saya langsung merasa bersalah kalau saya  sudah mempercayai kata-kata mereka semua. Dan sejak saat itu saya tidak pernah mendengarkan apa kata orang lain kecuali kata orang tua saya dan saya akan percaya kalau saya mengalami dan melihat apa yang di katakan orang lain.