Poker Terpercaya - Pada waktu itu sahabat kecil saya yang bernama agus itu pun sedang bersedih hati karena bibinya telah meninggal dunia. Jadi saya pun dan ayah saya pun pergi ke rumahnya untuk ngelayat. Pada waktu saya turun pun saya milihat banyak sekali hantu-hantu yang berkiaran.
Saya pun masuk ke dalam dan melihat ada 1 hantu yang selalu berdiri di samping nenek dari agus itu dan di dalam hati saya pun mengatakan apakah dia itu bibinya agus karena sudah lama saya sudah tidak melihatnya lagi. Agus ini sudah tidak mempunyai orang tua dan selama ini menjaganya hanya bibi dan juga neneknya saja.
Poker Online - Agus yang melihat saya pun menangis sederas-derasnya, saya pun mengajaknya untuk menenangkan dia. Saya pun mengatakan kalau harus tegar karena nenek sudah tua jadi seorang cowok harus tegar karena agus ada sedikit agak keperempuan gitu. Waktu semua sudah siap.
Saya pun mengatakan kepada ayah saya kalau saya akan menginap di sini selama beberapa hari dan ayah saya pun mengizinkan saya untuk nginap di rumah agus. Malam harinya saya melihat kalau bibinya masih ada di rumah itu pun. Tapi bibinya itu tidak tahu kalau saya bisa melihat makhluk yang kasat mata.
Agus pun menceritakan kalau dia tidak sempat melihat bibinya untuk terakhir kalinya karena waktu itu dia sedang kuliah. Bibinya meninggal pun karena memiliki penyakit kanker otak. Saya pun mengatakan kalau sudah makan dulu baru nanti bisa kuat untuk menjaga nenek. Saya pun mengajak nenek dan agus makan di meja makan.
Sayurnya pun sudah saya siapkan dan karena saya memasak tempe yang memjadi kesukaan bibi agus itu pun membuat mereka menangis lagi. Saya pun segera menaruh tempe itu ke belakang dapur. Setelah itu nenek agus ingin istirahat jadi saya mengantarkan nenek agus ke dalam kamarnya.
Poker Terkini - Setelah itu saya menemani agus dalam kesedihannya itu. Agus pun menangis terus menerus yang membuat saya tidak tega melihatnya maka saya pun langsung mengatakan kepada arwah bibi agus
saya : bibi ingin menyampaikan apa?
agus : kamu bicara dengan siapa?
saya : ayo bi mau pesan apa kepada agus, biar saya sampaikan?
bibi : kamu bisa melihat saya.. berarti dari tadi kamu sudah melihat saya?
saya : ya, saya bisa lihat bibi yang dari tadi pagi berdiri di dekat nenek.. bibi mau pesan apa biar saya sampaikan kepada agus bi..
bibi : ikut saya..
Saya langsung menarik agus untuk mengikuti saya dan agus mengatakan kenapa mau kemana dan saya langsung bilang sudah ikut saja. Kami pun mengikuti bibi yang menuju ke taman belakang dengan sebuah kotak dan menyuruh kami untuk membukanya. Agus pun mengatakan itu kan tempat mainannya yang dulu bermain dengan bibi.
Agus pun membuka kotak tersebut yang ternyata adalah sebuah surat-surat yang sudah lama dan juga ada sebuah foto. Kami pun membawanya masuk ke rumah dan agus pun membacanya kembali. Agus pun langsung nangis dan menjerit mama.. hantu bibi pun menangis.
Agen Poker - Karena saya kebinggungan pun membaca surat itu yang ternyata kalau selama yang di anggap bibinya agus adalah ibunya sendiri karena ibunya di perkosa jadi tidak ada yang mau bertanggung jawab itu pun, ibu dan neneknya berbohong kalau orang tuanya telah meninggal dunia.
Agus yang emosi itu mau ke kamar neneknya itu pun saya cegah karena nenek sudah tua dan saya pun mengatakan kalau tidak mau membuat kesalahan kedua kalinya. Agus pun hanya diam dan terus menerus menangis. Saya pun terdiam dan sama-sama terkejut karena sudah waktunya bibi atau ibunya agus pergi itu pun ingin mengatakan sesuatu kepada agus.
Saya pun mengatakan kepada agus kalau ibunya ingin bicara dengan dia dan ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Ibunya pun mengatakan kepada agus kalau harus menjadi seorang laki-laki yang taat akan agama dan juga harus bertanggung jawab tentang apa yang sudah dilakukan.
Saya pun menyampainya kepada agus yang membuat agus mengatakan kalau dia terima kasih telah memberitahukan tentang semua yang telah di sembunyikan jadi sekarang dia sudah tau kalau dia masih punya ibu yang benar-benar sangat sayang kepadanya itu. Dan ibunya itu pun langsung menghilang dengan senyuman yang ada di wajahnya itu.



0 Comments