Poker Terpercaya - Waktu itu saya yang lagi malas untuk pergi berlibur dengan teman-teman kampus saya dan karena saya sudah lama tidak berkunjung di rumah nenek saya yang ada di kampung tempat ayah saya lahir itu. Jadi saya pun meminta ijin sama orang tua saya kalau saya mau berlibur ke rumah nenek.
Terus orang tua saya pun menitipkan beberapa oleh-oleh untuk nenek di kampung. Saya pun di menyewa mobil untuk pulang ke kampung ayah saya dengan membawa oleh-oleh dan juga titipan dari nenek karena barang yang dia minta itu di kampung jarang menjualnya. Setelah saya sampai di rumah nenek itu pun tersenyum melihat cucu bandelnya datang.
Poker Online - Sesampainya saya di rumah nenek dan saya pun langsung di cubit-cubit sama nenek karena dia sudah kangen sekali sama saya. Di rumah nenek hanya ada nenek dan juga mbah yang rawat nenek yang sudah bekerja sama nenek selama 10 tahun dan namanya mbah lusi.
Mbah lusi pun mengangkat barang-barang saya masuk ke dalam rumah nenek. Setelah itu kami pun masuk ke rumah nenek yang teramat kuno tapi lantainya sudah di keramikan sama orang tua saya karena nenek tidak mau mengikut kami sekeluarga tinggal di kota dan katanya dia lebih suka tinggal di kampungnya itu.
Di kampung ini masih jarang di hancuri oleh polusi jadi maka dari itu udara yang ada di kampung masih terasa menyegarkan sekali. Karena saya sampai di rumah nenek sudah agak malam itu pun saya mandi dan siap mandi itu saya pun menelepon ayah untuk mengabari kalau saya sudah sampai di rumah nenek.
Nenek yang juga rindu sama ayah dan ibu jadi mereka pun ngobrol sampai baterai saya lowbet. Nenek saya sudah terkenal di kampung yakni terkenal ketawanya bagaikan kuntilanak kalau ketawanya. Terus mbah lusi pun masak makanan kesukaan saya yakni rendang ceker yang di campuri sama jengkol dan sayur asem belinjo.
Poker Terkini - Ada juga ikan gembung yang di goreng dan kalau soal bumbunya pastilah nenek saya karena racikan cabai dari nenek saya itu sangat enak. Malam harinya saya pun bertanya kepada nenek tentang sahabat saya sigentong masih ada tinggal di kampung ini atau sudah pindah ke kota.
Kata mbah kalau dia sudah menikah dengan tetangga sebelah dan sudah mempunyai anak 2 yakni perempuan dan laki-laki. Karena saya penasaran itu mengatakan kalau besok saya akan pergi ke rumahnya itu. Terus malam harinya saya pun tidur dengan sangat pulas sekali dengan bantal dan juga guling yang sudah lama nenek simpan buat saya itu.
Terus paginya itu saya pun pergi ke rumah gentong tapi sesudah saya sampai di sana itu. Si gentong sudah pergi bekerja dan akan balik sore hari jadi istrinya pun mengatakan kalau sore hari baru pulang suaminya itu. Jadi saya pun balik pulang ke rumah nenek dan sore harinya saya yang mau pergi ke rumah gentong itu di jegat sama mbah lusi.
Kata mbah lusi kalau malam seperti ini jangan keluar rumah dulu karena sangat angker sekali. Tapi saya pun mengatakan kalau tidak ada pada jaman sekarang mana ada hal yang seperti itu. Terus di sambung dengan nenek kalau dia mengatakan saya bandel sudah dari dulu saya itu susah di bilangi.
Saya pun mengatakan kepada nenek kalau sudah malam jadi masuk ke rumah saja nanti saya akan menyuruh si gentong untuk antar saya pulang. Di jalan saya pun tidak merasakan sesuai yang janggal tapi sampai di pertiga jalan itu saya melihat ada seorang bapak-bapak yang lagi berdiri jadi karena itu saya pun menyapanya.
Agen Poker - Waktu saya panggil itu bapak-bapak itu hanya diam saja dan sambil merokok tapi tetap tidak dihiraukan sama sekali. Terus dalam hati saya pun mengatakan didalam hati kalau bapak ini sombong sekali. Jadi saya pun tidak menghiraukannya dan saya pun berjalan saja tapi dia pun memanggil saya untuk tolong ambilkan rokoknya itu.
Dalam hati saya kok malah di suruh ambil rokok pula tadi di panggil dia tidak openin. Jadi saya pun mengambil rokoknya itu dan mau mengambil kasih dia. Dan waktu saya ambilkan rokok kasih bapak itu pun membuat saya terkejut karena sudah tidak ada kepala lagi dan saya pun langsung lari balik ke rumah nenek.
Nenek saya pun sampai pintu menertawai saya karena saya tidak mendengar dari omongan dia dan mbah lusi. Nenek pun mengatakan kalau saya telah bertemu dengan salman pembunuh yang sadis itu. Saya pun mengatakan kalau saya sudah tidak mau lagi untuk pergi ke rumah si gentong lagi dan saya akan menyuruhnya ke rumah nenek saja.



0 Comments