Poker Terpercaya - Ini salah satu pegalaman yang saya alami waktu kelas 3 SMP pada tahun 2013. Jadi pagi itu saya berangkat sekolah lewat jalan raya seperti biasa tapi selama perjalanan saya merasa jalanannya terlalu sepi karena saya tidak bertemu satu pun anak sekolah di jalan.
Setelah saya sampai di depan gerbang sekolah kira-kira pukul 06.30 dan ada teman sekelas saya yang juga datang ke sekolah lebih dulu dari saya dan dia bilang kalau ternyata hari itu sekolah di liburkan. Saya yang sambil menggerutu dan bilang dalam hati saya kalau sial amat, sekolah libur nggak ada yang ngabarin saya sama sekali.
Poker Online - Karena terlanjur kesal dan ingin segera pulang saya pun langsung meninggalkan sekolah tapi entah kenapa saya merasa enggan kalau pulang lewat jalan raya yang tadi saya lewati saat berangkat ke sekolah. Tanpa pikir panjang saya memutuskan untuk pulang lewat TPU.
Karena biasanya teman-teman saya berkumpul di dekat TPU kalau sekolah di pulangkan cepat. Sialnya tidak ada satu pun teman yang saya temui di dekat TPU setelah berjalan mulai masuk ke TPU disana ada lapangan sepak bola yang jadi pembatas antara TPU dan pemukiman warga.
Dari pinggir lapangan saya melihat di tengah lapangan ada anak yang memakai seragam sekolah melambaikan tangannya kepada saya seolah mengajak untuk jalan pulang bersama karena mata saya minus jadi saya tidak bisa memastikan dia teman saya atau bukan. Dalam hati saya merasa senang karena saya tidak jalan pulang sendirian dan saya berniat langsung menghampirinya.
Poker Terkini - Tanpa sadar saya sudah berjalan sampai di tengah lapangan, saya berdiri tepat di posisi anak yang tadi melambaikan tangan tapi disana tidak ada satu orang pun kecuali saya yang berdiri di tengah lapangan seorang diri. Saat itu saya langsung merasa ada yang tidak beres tapi kalau mau kembali pun sudah kepalang tanggung.
Maka akhirnya saya memberanikan diri untuk terus berjalan melewati TPU seorang diri. Di sepanjang perjalanan yang di kelilingi makam saya terus berdoa dan bershalawat dengan bibir yang gemetaran sampai akhirnya tibalah saya di tempat yang di cap angker oleh warga sekitar.
Itu adalah pohon besar yang sudah tua yang tepat di bawahnya ada beberapa makam anak-anak atau bayi. Dari kejauhan saya sudah memperhatikan pohon itu, saya merasa ada benda putih yang aneh di atas pohon tapi saya belum bisa memastikan karena pandangan mata saya agak kabur.
Agen Poker - Benda yang ada di atas pohon bukan di dahan jadi terlihat kayak menonjol keluar seperti berdiri di atas dedaunan. Setelah berjalan lebih dekat itu saya bisa melihat dengan jelas kalau benda putih yang tadi saya lihat yang berdiri tegak di atas pohon itu adalah guling bayi.
Spontan saya berpikir ini pasti ada hubungannya dengan kejadian aneh di lapangan bola tadi dan benda itu pasti bukan benda biasa karena jika itu benda padat harusnya terperosok ke bawah. Saya memberanikan diri melewati pohon tua itu sambil terus berdoa dan menundukkan kepala tanpa berani melihat ke arah lain.
Tidak lama kemudian saya berjalan melewati pohon itu akhirnya saya sudah keluar dari TPU dan sampai di perkebunan warga tapi masih dibayangi dengan rasa merinding sampai akhirnya saya sampai di gerbang belakang perumahan tempat tinggal saya. Saya pun langsung mempercepat jalan saya sampai ke rumah.



0 Comments