Poker Terpercaya - Pengalaman yang kali ini yang ingin saya ceritakan pun sampai sekarang masih merinding bulu kudu saya walau pun saya mempunyai indera keenam saya ini. Langsung saja ke cerita. Kemarin saya dan teman baru saya yang bernama Indra itu dan kenapa saya bilang dia itu teman baru saya.

Karena baru kali ini saya mendapatkan teman yang sama seperti saya karena mempunyai indera keenam yang dia dapat dari tuhan yang maha kuasa. Ceritanya saya dan indra ini pergi ke rumah neneknya yang ada di jawa barat. Jadi waktu saya dan indra sampai di rumah neneknya itu pun kami berdua sudah mencium ada makhluk yang tidak kasat mata sedang memperhatikan kami berdua. Waktu kami berdua masuk ke rumah neneknya indra pun mendapatkan hawa yang teramat dingin sekali.


http://karpetjin.com/


Poker Online - Saya pun menyalam tangan nenek terus indra juga sama menyalam tangan beserta pelukan hangat dari neneknya itu. Setelah itu kami berdua pun membawa pakaian kami bawa dari rumah ke kamar yang biasa buat keluarga indra kalau datang ke rumah neneknya itu. Di dalam kamar itu saya langsung menanyakan apa yang tadi saya rasakan itu.

Indra pun mengatakan hal yang sama dan baru kali ini dia merasakan di rumah neneknya karena biasanya dia tidak pernah mendapatkan hawa yang sedingin itu. Saya pun heran kenapa hantu itu tidak menganggu neneknya indra, apakah neneknya indra sudah mengetahui keberadaannya.

Pada sore hari nenek mengajak kami jalan-jalan ke kebun cabai untuk memetik beberapa cabai dan juga sayuran agar di masak nanti malam. Kami berdua pun pergi tapi sebelum pergi saya menoleh kebelakang dan saya melihat ada sosok perempuan yang berbaju merah dengan menatap tajam kepada kami berdua.

Di jalan saya pun menyuruh indra untuk bertanya kepada neneknya apakah neneknya itu mengetahui keberadaan hantu tersebut. Indra pun bertanya kepada neneknya itu karena neneknya pun tahu kalau indra mempunyai indera keenam jadi sang nenek pun mengatakan kalau kami sudah melihatnya.

Poker Terkini - Kami berdua pun mengatakan iya dan nenek dengan santainya mengatakan kalau dia tidak akan mengganggu kami berdua karena sebelum kami datang itu nenek indra sudah berpesan kepadanya tapi saya pun mengatakan kalau tidak mungkin hantu itu tidak mengganggu kami berdua.

Karena waktu masuk ke rumah nenek saja sudah ada hawa yang dingin yang lebih di istilahkan tidak terima dengan kehadiran kami berdua di rumah nenek. Tapi kami pun tidak memperdulikannya terus setelah kami memetik apa yang di suruh sama nenek itu pun pulang ke rumah.

Karena saya ke belet kencing pun mengatakan kepada indra dan nenek kalau saya duluan karena saya sudah kebelet kencing. Saya pun berlari ke rumah dan masuk ke kamar mandi dan waktu itu pun saya langsung di ganggu habis-habisan sama hantu itu. Karena saya sudah selesai dan mau berjalan keluar itu.

Hantu itu melempar gelas ke hadapan saya dan untung saya bisa mengelaknya itu terus saya pun marah sama hantu itu karena sudah sembarangan memecahkan gelas nenek dan hantu itu pun tidak memperdulikan saya dan terus mengambil barang-barang dan melempar ke saya itu dengan sangat emosi saya pun mengatakan kepadanya kalau saya akan mengatakan kepada nenek.

Ntah karena mendengar suara nenek itu pun dia menghilang begitu saja dan pada akhirnya saya yang harus membersihkan dapur nenek atas kelakuan hantu sinting itu. Waktu nenek dan indra pulang pun terkejut atas dapurnya yang sangat berantakan itu. Saya yang hanya bisa minta maaf karena dapurnya jadi kotor seperti itu pun.

Tapi nenek sama sekali tidak marah dan mengatakan ya sudah tidak apa-apa. Indra pun mendekati saya dengan bisikan kenapa dapur bisa seperti itu pun saya mengatakan ini ulah dari hantu gila itu. Setelah semua siap kami pun membantu nenek masak dan makan bersama di ruang tengah.

Setelah agak malam ada seorang ibu-ibu yang datang ke rumah dan mengajak nenek untuk pergi ke kampung sebelah untuk menonton wayang. Saya dan indra pun di tugaskan untuk jaga rumah nenek, dalam hati saya pun mengatakan kalau sial kami berdua di tinggal nenek sendirian di rumah ini.

Agen Poker - Kejadian itu pun bermunculan setelah nenek pergi, lampu yang hidup mati, vas bunga yang di buang, meja yang terbengkalai, lemari-lemari yang rusak. Di dalam rumah nenek itu kami pun seperti perang dunia sama sang hantu wanita itu. Sampai akhirnya saya pun mengatakan kepada hantu wanita itu sebenarnya apa yang dia mau dari kami berdua.

Hantu wanita itu pun menjerit menyuruh kami berdua pergi dari rumah itu. Indra pun mengatakan dia tidak bisa pergi dari rumah ini apalagi neneknya sendirian sama hantu sinting ini. Saya pun mengatakan kepada hantu ini untuk cari jalan tengah saja karena kami berdua tidak akan mungkin untuk pergi meninggalkan nenek sendirian.

Hantu itu pun duduk dan menangis, kami berdua pun bertanya kepada dia tentang kenapa dia bisa meninggal itu. Sambil hantu itu cerita dan kami berdua sambil membereskan barang-barang yang hancur itu. Mungkin karena hantu itu merasa kesal karena kami tidak duduk dan mendengarkan apa yang dia bicara itu pun marah kepada kami.

Kami berdua dengan bersamaan pun marah balik kepadanya kalau ini semua salah dia langsung hantu itu diam. Jadi intinya hantu ini tidak suka melihat laki-laki yang masuk di rumah nenek ini. Jadi kami pun mengatakan kalau itu tidak mungkin karena anak dari nenek semuanya laki-laki dan mempunyai cucu laki-laki juga.

Cerita demi cerita akhirnya kami siap juga dan mulai berteman sama hantu wanita ini sambil nenek yang sudah pulang melihat situasi di rumahnya dengan tatahan yang berbeda. Nenek yang hanya bisa senyum saja karena melihat kami luka-luka di tangan dan wajah kami itu hanya bisa mengambil obat buat luka kami itu.

Kami berempat pun duduk di kursi sambil memandang langit yang penuh dengan bintang-bintang yang menyinari kampung nenek indra dengan dalam hati agak kesal dengan hantu wanita itu yang duduk di samping saya.