Poker Terpercaya - Di cerita kali ini saya mau membahas kejadian ketika dulu saya kecil yang masih tinggal di sebuah kampung yang sederhana yang jauh dari perkotaan yang banyak polusi itu. Waktu itu saya masih kecil dan masih duduk di bangku SD kelas 5 tapi sekolah saya jauh dari rumah saya.
Jadi kalau saya mau berangkat ke sekolah pasti harus melewati sungai yang tidak begitu luas dan saya selalu berangkat sangat pagi sekitar jam 05.30 wib subuh. Pada saat itu memang cuacanya mendung dan seperti mau hujan. Jadi saya pun membawa plastik untuk menutupi kepala sampai kaki saya.
Poker Online - Sesampainya saya di sungai tersebut dan saya melihat kalau air sungai sangat tenang padahal waktu itu sudah mau hujan karena dulu ibu saya mengatakan kepada saya kalau saat mau hujan maka aliran dari air sungai akan besar jadi ibu saya melarang saya untuk bermain di waktu hujan.
Tapi pada waktu itu air sungai sangat tenang sekali yang membuat saya aneh dan karena penasaran saya berdiri di pinggiran sungai tersebut untuk melihat keadaan air sungai tersebut karena jembatan yang akan saya lewat tersebut sudah agak tua dikarenakan tidak perbaikan sama sekali oleh pemerintah setempat.
Waktu saya lihat ada terlihat ekor putih yang bergoyang ke sana ke mari. Karena saya penasaran maka saya pun mengikuti dari ekor itu sampai akhirnya saya melihat ada seorang wanita yang sedang duduk di sudut bebatuan yang besar yang ada di sungai tersebut. Waktu wanita itu berbaik dan melihat kedatangan saya tersebut.
Poker Terkini - Saya pun terkejut wanita itu di wajahnya mempunyai taring yang sangat panjang dan mukanya bersisik dengan rambut yang panjang dan bukan hanya itu saja badannya bersisik sampai bawah kakinya yang mirip ular yang tidak seperti kaki manusia. Di saat itu saya mau lari tidak bisa, kaki saya tidak mau jalan sama sekali.
Mulut saya pun terkunci tidak bisa membuka mulut saya. Wanita ular itu pun mengatakan kepada saya kalau saya tidak menjerit maka dia akan membuka mulut saya jadi saya pun mengiyakannya dengan cara menganggukan kepala saya. Habis itu wanita ular ini pun membuka mulut saya dan saya pun sudah bisa bicara.
Yang pertama saya nanyakan kepada wanita ular tersebut yakni siapa dia dan wanita ular pun mengatakan kepada saya kalau dia adalah penunggu yang ada di sungai ini. Dia mengatakan sudah sering melihat saya berangkat ke sekolah pagi-pagi dan pulang di sore hari. Saat ini dia sedang keluar untuk mencari mangsa karena sudah waktunya dia makan dalam 1 tahun lamanya.
Dengan bodohnya saya pun mengatakan apakah saya adalah mangsa dia tapi dia menjawabnya kalau dia tidak akan memakan anak kecil karena tidak akan mengenyangkannya. Karena saya mendengarkan apa yang dia katakan pun mulai legah dan saya pun mengatakan jadi siapa yang akan dia mangsa.
Agen Poker - Sang Wanita ular ini pun mengatakan kalau manusia yang sudah dewasa, saya langsung berpikir di dalam hati berarti ayah dan ibu saya. Rupanya wanita ular ini bisa membaca pikiran orang yang langsung menjawab mungkin iya kalau dia akan memangsa ayah beserta ibu saya. Di saat itu saya pun mulai nangis.
Ekor dari wanita ular itu pun melilit saya dan membawa saya langsung bertatapan dengan wajah wanita ular tersebut yang sangat mengerikan beserta sesekali lidahnya menjilat wajah saya tersebut. Saya pun mengatakan kepadanya agar jangan memakan saya, dia pun tersenyum dan melepaskan saya di bebatuan yang dekat dengannya tersebut.
Sang wanita ular itu pun bercerita kalau dulu dia adalah manusia juga sama seperti saya tapi karena keluarganya punya hutang budi terhadap seekor ular jadi dia pun harus menggorbankan dirinya untuk menjadi ular dengan badan manusia dan kaki ular. Dan dalam tiap tahun dia akan keluar untuk mencari mangsa sebanyak 5 orang dewasa.
Dulu dengan polosnya saya pun bertanya apakah dia akan memakan orang tua saya apa tidak, dia pun menjawabnya mungkin saja kalau pas dia melihat orang yang akan mengambil air di sungai ini. Ayam sudah berkokoh dan dia mengatakan kepada saya kalau dia mau menusuri sungai tersebut untuk mencari mangsa.
Dan saat dia pergi pun saya langsung pulang ke rumah dan mengatakan semuanya dengan keluarga saya dan karena sang nenek yang dulu tinggal di rumah kami itu mengatakan memang benar kalau ada siluman ular putih di sungai tersebut pun membuat ayah saya membuat keputusan untuk pindah dari kampung tersebut ke perkotaan.
Walau pun di perkotaan kami tinggal di rumah yang jauh lebih kecil di bandingkan di kampung saya yang dulu. Yang penting ayah saya mengatakan kalau kita sudah terhindar dari masalah yang bisa memisahkan kami tersebut. Kemarin saya ada kembali ke kampung halaman saya tapi sungai tersebut sudah sangat kering seperti tidak terurusin.



0 Comments