Poker Terpercaya - Kejadian itu bermula waktu saya mau menginap di hotel dan saya pun mendapatkan kamar dengan nomer 105 yang ada di lantai dua. Dan saat pertama saya masuk ke hotel tersebut saya pun merasakan hawa yang begitu seram di hotel tersebut. Walau pun lampu-lampu hotel begitu terang.

Ntah kenapa firasat saya sudah mulai tidak nyaman tapi karena saya lelah dalam perjalan jadi saya pun coba berpikir positif saja. Setelah saya masuk kedalam kamar, saya pun meletakkan semua bawaan saya terus saya pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berendam sejenak untuk melepaskan kelelahan saya di satu hari penuh dengan pekerjaan saya.


bandarjin.com


Poker Online - Tapi belum sempat rendam pun saya mendengar ada suara ketokan yang cukup keras dari balik dinding yang keras tersebut seperti pekerja tukang bangunan saja. Tapi dalam hati say pun mengatakan ntah siapa yang malam-malam masih kerja. Jadi saya pun tidak berpikir panjang.

Saya pun menyudahi rendaman saya dan memakai pakaian saya terus saya pun duduk di bawah meja untuk mengerjakan pekerjaan saya yang belum siap itu yang masih segunung yang telah di berikan oleh kepala senior saya yang membuat saya lelah seharian tapi juga kerjaannya belum ada yang siap sama sekali.

Waktu saya lagi mengerjakan pekerjaan saya tersebut tiba-tiba ada kucing hitam yang lewat di meja saya dan saya pun heran dan juga melihat kucing hitam tersebut menghilang begitu saja. Oh iya saya belum bilang kalau saya mempunyai kemampuan yang tidak di miliki oleh banyak orang di dunia ini.

Saya mempunyai indera ke enam jadi saya bisa dan sudah biasa juga melihat maklhuk yang kasat mata yang sengaja mau pun tidak sengaja yang lewat di depan saya tersebut. Saya lanjutkan ceritanya, saya pun heran dari mana kucing hitam ini muncul dan menghilang begitu saja.

Poker Terkini - Saya pun sempat emosi kerena sudah sering saya di kerjain seperti itu dan tanpa sengaja saya pun mengatakan dengan sedikit keras dan emosi "siapa pun disini saya tidak takut!!". Dan tidak lama kemudian Tv yang ada di kamr hotel tersebut tiba-tiba nyala dengan sendirinya. 

Dengan layar yang kusut bersemut dan tidak jelas. Jadi karena saya sudah biasa di kagetkan dengan hal-hal yang aneh seperti itu pun saya tidak memperdulikannya jadi saya pun lanjut mengerjakan tugas saya tersebut. Tapi waktu saya baru mau mulai mengetik huruf yang ada di laptop saya tersebut.

Tv yang bersemut dan tidak jelas tersebut pun mengeluarkan suara yang halus dan tidak jelas dan karena saya takut jadi saya pun langsung lari keluar lorong kamar hotel. Dan say pikir saya sudah lolos dari kejadian tadi tapi rupanya di lorong tersebut ada bayangan putih yang melayang di sudut lorong.

Dan yang membuat saya sangat aneh ini pun waktu saya lari mengelilingi lorong hotel, saya tidak melihat satu pun petugas di sana. Saat saya sudah berada di tengah lorong, saya pun melihat ada bayangan putih yang melayang ke arah saya dengan wajah yang simpuh darah yang hanya lewat di kepala saya, tidak ngapan-ngapain saya.

Saya pun langsung masuk kembali ke kamar saya dan melihat Tv di kamar saya sudah tidka menyala lagi. Saya pun bermaksud untuk tidak melanjutkan pekerjaan saya itu pun merapikan laporan-laporan saya tapi tiba-tiba lampu hotel mati, saya saat itu sudah ketakutan pun mulai berkeringat dingin.

Agen Poker - Saya pun menyalakan korek api dan waktu nyala apinya saya lihat sekitar kalau saya sudah tidak berada di kamar hotel saya lagi tapi saya berada di sebuah rumah tua yang banyak orang berpakaian baju adat yang sama sekali asing untuk saya. Saya pun melihat sekitar, saya pun melihat ada sebuah foto keluarga yang ada di dinding rumah tua tersebut.

Saya melihat anak kecil itu berlumuran darah memegang boneka kecil yang kusut juga berlumur darah. Waktu saya mau melihat dengan jelas siapa anak kecil itu pun saya terkejut dengan suara teriakan anak kecil, waktu saya membalikan badan saya itu punmelihat dengan jelas kalau anak kecil itu di pukul dengan kayu yang terdapat paku terus di cambuk dan pedang panjang pun jatuh pas di kepala anak kecil tersebut.

Pada saat itu saya pun sangat ketakutan dan gemetar karena anak kecil itu mati di depan mata saya. Tapi ada seorang yang dengan tiba-tiba melepaskan tangan saya dengan korek api yang saya pegang tersebut dan saya membuka mata pun saya sudah berada di kamar yang tua dan bukan kamar hotel yang semalam saya tidur.

Saya pun langsung bangun dan mengambil semua barang-barang saya langsung keluar dari rumah tua tersebut tapi sebelum saya keluar dari rumah tua itu. Anak kecil yang saya lihat di mimpi saya itu pun melambai tangan kepada saya seakan dialah yang menyelamatkan saya dari mimpi saya tersebut.