Poker Terpercaya - Masih bahas soal kejadian di Danau Toba yang sebuah kapal tenggelam. Ada foto yang beredar tentang kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di dasar laut itu adalah foto hoax atau bisa disebut dengan foto palsu. Hingga saat ini penemuan bangkai kapal KM Sinar Bangun masih belum ditemukan.
Meluruskan persoalan kebenaran yang beredar soal foto kapal KM Sinar Bangun tersebut, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya "beredar foto KM Sinar BAngun di dasar Danau Toba. Foto ini Hoax. Foto Editan. Hingga saat ini bangkai kapal belum ditemukan secara pasti. Apabila difoto di dasar danau. Kedalaman dasar Danau Toba 490 m, kondisi gelap, dingin dan belum ada alat/penyelam hingga di dasar danau".
Poker Online - Dari lokasi jatuhnya KM Sinar Bangun telah ditemukan dua objek yang berjarak 2.5 kilometer dan 2 kilometer dari arah barat daya, tim khusus sudah ke dua objek tersebut untuk terus menganalisa di tempat tenggelamnya kapal tersebut. Jika objek itu benar maka akan ditindak lanjuti mengenai upaya penarikan kapal KM Sinar Bangun dari dasar danau.
Sementar dari daftar penumpang berdasarkan data posko SAR Gabungan di Pelabuhan Tigaras berjumlah 188 orang yang tak lain 21 orang yang selamat, 3 orang yang telah meninggal dunia dan ada 164 orang lagi yang belum ditemukan. Dan ada harapan bahwa orang-orang yang sampai sekarang belum ditemukan akan segera terungkap.
Sudah satu minggu sudah pencarian korban yang belum ditemukan tapi masih tidak ada ketemukan titiknya. Tapi sekitar pukul 11.12 wib tim survey Basarnas dan Mahakarya Geo Survey - IAITB yang dipimpin langsung kepala Basarnas telah menemukan dan mengindenifikasi posisi KM Sinar Bangun berada pada koordinat 2 deg 47' 3.835 N dan 98 deg 46' 10.767 E dengan kedalaman mencapai 450 meter.
Dan sudah dibenarkan oleh Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau Toba ( BPODT ) Arie Prasetyo "kapal KM Sinar Bangun itu berada pada kedalaman 490 meter". Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi yang turun ke Palabuhan Tigaras jam 16.00 wib turut ikut membantu pencarian korban hilang di perairan Danau Toba.
Masih belum habis kesedihan keluarga korban KM Sinar Bangun belum terbendum juga sudah ada kejadian yang sama mengejutkan lagi oleh tenggelamnya kapal motor KM Ramos Risma pada hari jumat tanggal 22 Juni 2018 malam hari. Dua peristiwa kapal tenggelam yang hanya berjerak lima hari saja.
Kapal KM Ramos Risma tenggelam karena angin yang kencang dan ombak tinggi di perairan Danau Toba membuat kapal tersebut oleng dan terus tenggelam. Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulan Bencana ( BNPB ) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan KM Ramos Risma Marisi menabrak bambu di tengah Danau Toba.
Kapal KM Ramos Risma Marisi melaju tanpa penerangan lampu dan tiba-tiba menabrak bambu yang ada di tengah danau. Sebelum mengalami kecelakaan tersebut, KM Ramos Risma telah mengantar penumpang dari Pulang Sibandang ke dermaga Pelabuhan Nainggolan.
Diperjalanan jospen sudah mengarahkan kapalnya ke pinggiran danau tapi tiba-tiba arus kencang malah membawa kapal tersebut ke tengah danau. Joifan yang lompat ke air berhasil berenang ke pinggir danau tapi sayangnya rahmad gagal menyelamatkan dirinya karena telah kelelahan berenang.
Akhirnya Tim Nas beserta warga menemukan mayat korban di kedalaman 10 meter, tidak jauh dari lokasi awal. Jenazah langsung diboyong ke Puskesmas Sirait untuk diautopsi. Pencarian korban dilakukan sejak Sabtu pagi dan ketemunya mayat korban pada jam 15.10 wib.
Selain persoalan pencarian korban dengan personal Basarnas, pihak tim juga memberikan kesempatan kepada keluarga korban jika ingin ikut mencari korban-korban yang belum ditemukan. Seperti diketahui korban yang masih belum ditemukan ada 184 orang yang hilang.



0 Comments