Poker Terpercaya - kali ini saya akan menceritakan kisah mistis yang pernah sahabat saya alami yakni yang bernama Vivi di rumah kakek dan neneknya itu di kampung. Kejadian ini terjadi sudah lama sekali dan beberapa tahun yang lalu saat saya masih duduk di bangku SMP dan sampai sekarang kejadian yang di alami oleh Vivi tidak bisa dia lupakan.

Ceritanya yakni waktu itu liburan sekolah sudah tiba jadi Vivi beserta keluarganya pun memilih untuk libur ke rumah kakek dan neneknya di kampung karena sudah sangat lama sekali mereka tidak menjengguk keluarga mereka yang ada di kampung. Perjalanan menuju rumah kakek Vivi di kampung lumayan jauh dan harus melewati sebuah hutan kecil dan juga perbukitan. 


http://dewa54.com/


Poker Online - Sesampainya di rumah nenek, tampak nenek dan kakek sedang bercocok tanam di kebun mereka. Vivi langsung turun dari mobil dan menghampiri nenek dan kakek. Kedua orang tua vivi juga menghampiri nenek dan kakek di kebun dan bersalaman. Pada siang harinya ibu vivi pun membantu neneknya memasak di dapur.

Sedangkan kakek serta ayah vivi dan juga vivi pun berbincang-bincang di teras rumah sambil makan kue buatan nenek vivi. Karena vivi juga bosan duduk saja jadi dia pun berjalan-jalan ke kebun yang sangat luas milik kakek dan neneknya itu. Tapi kakek berpesan agar tidak bermain terlalu jauh karena sebentar lagi akan makan siang bersama.

Vivi pun berjalan melihat bunga yang sudah di tanam oleh kakek dan neneknya tapi Vivi melihat kalau bunga-bunga tersebut belum di sirami sama sekali. Jadi vivi pun mengambil ember dan mencari tempat di mana ada air bersih untuk menyiram tanaman itu. Setelah berjalan agak dekat belakang rumah kakeknya itu pun vivi melihart ada sumur tua.
Poker Terkini - Jadi vivi pun berjalan ke sana dan mengambil ember yang ada di bawah dan melemparkan ke dalam sumur. Tapi setelah vivi mau menarik ember yang berisi air itu pun sangat susah untuk menariknya. Vivi yang penasaran pun mengoyangkan embernya agar ember yang isi air penuh itu pun terbuang. Waktu vivi mengintip apakah embernya tersangkut apa tidak itu.

Dia sangat terkejut karena melihat ada sosok kepala yang berambut panjang dengan mata yang melotot dan berdarah semuanya. Vivi pun menjerit dan pingsan. Sang nenek yang ada di belakang dapur waktu itu pun mendengar kalau ada suara vivi yang menjerit, orang tua vivi beserta kakek dan neneknya itu pun lari ke suara jeritan vivi.

Ketika vivi bangun itu dia sudah ada di dalam kamar dan sudah di kelilingi oleh orang tua dan kakek serta neneknya itu. Kakek vivi pun mengatakan apakah vivi melihat sosok yang ada di dalam sumur itu. Jadi vivi pun mengatakan iya dan karena takut itu vivi pun menangis. Barulah kakek menceritakan kalau memang ada sosok gadis yang ada di dalam subur itu.
Agen Poker - Gadis itu pun meninggal karena waktu ibunya lagi sakit dan sang ibu mau minum obat tapi di dalam rumah sudah tidak ada air lagi jadi gadis itu pun keluar malam-malam dengan hanya sekedar lilin saja dan berhati-hati untuk mengambil air di dalam sumur itu. Tapi naas pun berkata lain tanah sekitar yang masih becek dan berlumpur itu pun membuat gadis yang terkenal sangat baik itu harus tergelincir jatuh dan masuk ke dalam sumur. 

Sang ibu yang khawatir karena anaknya tidak masuk ke rumah dari tadi pun berjalan ke luar untuk mencari anak gadisnya itu dan waktu sang ibu sudah mendekat dengan sumur itu dia melihat ada 1 batang lilin dan juga sandal yang di pakai anaknya itu. Dan waktu dia melihat di dalam subur sungguh terkejutnya karena dia melihat kalau anak gadisnya itu sudah tidak bernyawa lagi di dalam sumur itu. 

Setelah meninggal dalam keadaan mengenaskan, jenazah vivi pun segera di kebumikan besok harinya. Jadi mungkin arwah dari vivi masih menghantui sumur tua itu. Vivi pun mengatakan berarti tadi dia minum air sumur itu. Sang nenek pun mengatakan tidak karena kalau untuk air yang ada di sumur itu hanya akan di gunakan untuk menyiram tanaman saja. 

Kalau untuk minum, kakek akan membelinya dari kedai yang ada di seberang ujung jalan itu. Sejak saat itu vivi sudah tidak pernah untuk melihat sumur atau pun sekedar jalan-jalan di belakang rumah sang kakek dan nenek lagi.