Poker Terpercaya - Sore itu tepatnya pukul 16.00 sore, hujan deras mulai muncul. Aku yang di tinggalkan sendirian di rumah membuatku enggan beranjak dari tempat tidur. Sudah biasa aku di tinggalkan sendiri apalagi waktu malam hari tiba. Paling tidak kakek dan bibiku pulang jam 00.00 malam, itu pun kalau tidak ada halangan.

Aku tiduran di atas kasurku sambil membaca cerita di situs komik. Tapi tiba-tiba aku merasakan seseorang mengetuk jendela kamarku. Aku beranjak dari kasur menuju ke arah jendela. Tapi aneh tidak ada siapa-siapa dan di dalam hati aku pun mengatakan apa mungkin cuma perasaanku saja. Aku duduk di meja belajarku sambil membaca cerita salah satu penulis adalah idola aku dan karena tidak mendukung suasana kamarku yang gelap.


http://dewa54.com/


Poker Online - Aku jarang sekali menghidupkan lampu di kamarku. Cuma cahaya ponsel saja yang menyinari ruangan kamarku. Tiba-tiba aku merasa seseorang berdiri tepat di belakang kursi belajarku. Aku tidak membalikan badan untuk melihatnya. Halilintar bersuara sehingga membuatku berdiri dengan hati yang deg-degan. Ponselku malah kubanting ke bawah kasur, bisa ku lihat di sudut pojok kamarku seorang wanita sedang berdiri sambil memegang beberapa jerami di tangannya.

Postur tubuhnya sekitar anak SMP-lah, rambutnya panjang, dia memakai pakaian warna coklat dan matanya, ahh aku tidak bisa membayangkan. Ya matanya sungguh mengerikan, melotot ke arahku. Aku tidak terlalu memikirkannya dan aku bergegas mengambil ponselku ke bawah kasur. Kalau aku terus melihatnya, bisa-bisa aku makin ketakutan.

Poker Terkini - Saat ku angkat wajahku ke atas, perempuan itu malah melihatku dari atas kasur sambil memamerkan senyumannya yang kalau di lihat oleh si tuyul saja bakal ketakutan setengah mati. Aku cepat-cepat bangun sambil ngos-ngosan. Sekarang perempuan itu malah memandangiku sambil duduk di atas kasurku. Apa-apaan ini dan dari mana datangnya perempuan ini.

Tidak lama kemudian di jendela kamarku tertulis sebuah tulisan “pelangi” tulisannya agak buram ke coklat-coklatan gitu. Dia pun kemudian merangkak ke arahku. Aku yang sedari tadi berdiri langsung terjatuh bak kakiku ini rasanya seperti di lumpuhkan. Hujan mulai reda, aku berusaha teriak karena perempuan itu makin dekat denganku sambil tertawa dengan matanya yang melotot juga.

Agen Poker - Kalau dia ingin berteman denganku kenapa harus dengan situasi seperti ini, pakai melotot segala lagi, pegang jerami segala sambil ketawa kagak jelas. Hingga aku mulai melihat pelangi dari arah jendelaku. Saat ku lihat pelangi itu tidak ada yang indah, bahkan aku seperti ketakutan melihat pelangi itu.

Jujur saja kalau aku tidak begitu suka dengan pelangi dan aku berharap semoga dia lekas pergi seakan dibawa oleh pelangi itu. Dan aku melihat pelangi itu dari balik jendela. Tiba-tiba perempuan itu menghilang, aneh bukan? Kemana dia? Bukankah tadi dia merangkak ke arahku dan kenapa pas aku lihat pelangi tadi dia menghilang? Aku makin bingung di buatnya.

Tidak lama kemudian hujan pun kembali turun, pelangi pun mulai menghilang lagi. Dan tulisan di kaca tadi pun mulai muncul lagi tapi dengan tulisan yang sedikit berbeda. “Aku akan selalu datang kalau pelangi muncul”. Aku yang membacanya sambil menyeka keringat dingin dan sepertinya sosok wanita itu akan selalu muncul di sekitarku hanya pada saat pelangi muncul.