Poker Terpercaya - Di sini saya ingin menceritakan tentang pengalaman nenek saya waktu beliau masih muda dan juga sudah memiliki anak-anak yang masih kecil. Sewaktu nenek saya masih muda dulu dan baru menikah dengan kakek saya dan tinggal di sebuah rumah sederhana.
Rumah yang terbuat dari batang bambu dan atapnya hanya terbuat dari rotan dan juga rumput ilalang dengan lantai yang masih sedikit tanah dan sedikit sudah di semen. Dan di sekitar rumah nenek saya itu masih banyak pepohonan lebat dengan jarak antar rumah dengan rumah lainnya yang masih jauh.
Rumah yang terbuat dari batang bambu dan atapnya hanya terbuat dari rotan dan juga rumput ilalang dengan lantai yang masih sedikit tanah dan sedikit sudah di semen. Dan di sekitar rumah nenek saya itu masih banyak pepohonan lebat dengan jarak antar rumah dengan rumah lainnya yang masih jauh.
Poker Online - Jadi hampir setiap rumah memiliki kebun sendiri. Kakek saya dulu bekerja sebagai paspampres dan saat kakek saya sedang bekerja terus nenek saya yang sedang menyapu kebun di sekitar rumah. Saat menyapu itu nenek saya melihat ada sosok bayangan putih mirip dengan manusia di balik pohon pisang.
Tapi wajahnya tidak terlihat karena sosok itu berdiri membelakangi nenek saya dan juga terhalang oleh pohon pisang. Nenek saya yang penasaran mencoba mendekatinya untuk menyapanya karena nenek saya seorang yang sangat pemberani sama seperti kakek saya. Saat nenek saya sudah berdiri tepat di sampingnya itu walau terbilang tidak dekat di sampingnya itu.
Poker Terkini - Nenek saya melihat kalau sosok putih itu sedang menunduk dan wajahnya terhalangi oleh rambutnya yang panjang. Di saat itu nenek saya tahu kalau sosok itu bukanlah manusia tapi melainkan kuntilanak. Jadi nenek saya pun berpura-pura tidak tahu dan tetap menegurnya. Saat nenek saya menegurnya itu kuntilanak langsung melihat ke arah nenek saya dengan wajahnya yang pucat dengan tatapan kosong.
Nenek saya pun dengan berani mengusir kuntilanak itu dengan nada sedikit marah dan kuntilanak itu pun langsung terbang dan pergi dari kebun nenek saya menuju ke kebun warga lainnya. Terus ada kejadian lainnya yakni waktu nenek saya sudah pindah dari rumah kecil menjadi rumah yang sedikit bagus.
Saat itu nenek saya pun sudah memiliki ke tiga anaknya, saat itu kakek saya juga sedang bekerja dan di rumah hanya ada nenek saya bersama anak-anaknya yang masih kecil semua. Anak ketiga dari nenek saya itu adalah ibu saya usianya sekitar baru 1 tahun saja. Saat nenek saya sedang menyusui ibu saya dan kedua anaknya yang lain sedang tertidur pulas di sampingnya.
Agen Poker - Nenek saya merasa kalau ada yang mencakar kaki kirinya itu dengan menggunakan kuku yang sangat tajam. Nenek saya sampai terkejut sampai-sampai anak-anaknya bangun semua. Terus nenek saya pun memeriksa kaki kirinya itu tapi tidak ada jejak sama sekali dan waktu nenek saya memeriksa kolong tempat tidur tapi juga tidak ada hewan apa pun.
Terus nenek saya pun berkata "jangan muncul dan ganggu keluarga saya karena saya di sini tinggal baik dan juga tidak pernah mengusik kehidupan kalian". Setelah itu nenek saya pun menyuruh anak-anaknya untuk tidur kembali. Sampai kakek saya pulang itu, nenek saya pun menceritakan kejadian yang telah dia alami.
Terus kakek saya pun membaca doa dan besok harinya sosok itu sudah tidak pernah muncul kembali sampai sekarang ini. Karena saya tidak pernah melihat sosok yang di ceritakan oleh ibu saya di rumah nenek saya itu.



0 Comments