Poker Terpercaya - Perkenalkan sama saya Juli Dewi Sri dan biasanya saya di panggil dnegan nama Juli atau Sri juga bisa. Di sini saya mau menceritakan tentang sungai yang ada di sebelah rumah saya itu. Pada saat itu saya yang sedang bosan di rumah karena sekolah saat itu sedang di liburkan.
Saya yang sedang duduk di teras sambil melihat pemandangan lalu tiba-tiba pintu gerbang saya pun berbunyi dan ternyata yang datang bertamu ke rumah saya itu adalah teman-teman saya yakni Nani dan Rosa. Mereka berdua datang ke rumah saya dengan membawa segepok tas, saya pikir mereka sedang marahan sama orang tuanya dan mingat ke rumah saya.
Saya yang sedang duduk di teras sambil melihat pemandangan lalu tiba-tiba pintu gerbang saya pun berbunyi dan ternyata yang datang bertamu ke rumah saya itu adalah teman-teman saya yakni Nani dan Rosa. Mereka berdua datang ke rumah saya dengan membawa segepok tas, saya pikir mereka sedang marahan sama orang tuanya dan mingat ke rumah saya.
Poker Online - Rupanya mereka berdua mengajak saya untuk pergi ke sungai yang ada di samping rumah saya untuk mandi dan mencari kepiting. Saya pun setuju karena saya juga sudah bosan di rumah lalu saya pun permisi dnegan ibu saya untuk pergi ke sungai. Setelah ibu saya menujui saya serta teman-teman saya untuk pergi ke sungai maka kami bertiga pun langsung pergi ke sungai yang ada di sebelah rumah saya itu.
Tapi setelah kami bertiga sampai di sungai itu pun airnya sangat keruh sekali dan pada akhirnya kami bertiga hanya duduk di tepi sungai untuk menunggu airnya agar jernih kembali. Sambilan kami bertiga gosip-gosip itu, airnya pun kembali jernih. Lalu kami bertiga pun langsung masuk ke dalam air sungai itu.
Setelah rendam lama itu Nani pun menjerit dan mengatakan kalau ada kepiting yang sangat besar di dalam air terus dia pun menyelam untuk mengejar kepitingnya itu tapi lama kami berdua menunggu itu Nani tidak kunjung kembali ke permukaan air. Saya dan Rosa pun naik dari sungai dan segera memanggil ibu saya dan juga warga yang ada di sekitarnya.
Poker Terkini - Terus kami semua pun menuju ke sungai itu tapi teman saya belum keluar dari air. Kami semua pun berusaha untuk mencarinya dan tiba-tiba ada warga yang melihat sesuatu yang aneh dan saat di ambil yang ternyata itu daun telinga manusia dan itu telinga teman saya Nani.
Lalu kami pun terus berusaha untuk mencari teman saya itu tapi karena hari semakin sore itu pun akhirnya kami menghentikan pencarian. Orang tua dari Nina itu asik nangis dan menjerit nama Nani. Kami pun mengantar orang tua Nani untuk pulang ke rumah. Besok siangnya saya pulang dari sekolah itu.
Saya beserta warga yang ada di kampung itu pun juga melanjutkan pencarian di sungai dengan ayah Nina yang amat kasian sambil nyari dengan terus meneteskan air matanya. Saya yang terus mencari dan akhirnya saya seperti menginjak sesuatu dan waktu saya angkat itu rupanya tangan Nani karena saya ingat dengan gelang yang dia pakai.
Agen Poker - Ibu Nani pun menangis dengan sekencang-kencangnya dan terus menjerit histeris. Tapi setelah kami menemukan tangannya Nani itu sampai sorenya kami tidak menemukan apa-apa lagi. Pencarian itu kami cari sampai 1 minggu tapi tetap saya kami tidak menemukan organ lain dari tubuh Nani.
Dan pada akhirnya kami sudah menyerah dan putus asa dan kami tidak pernah melakukan pencarian lagi dan mayat Nani pun tidak pernah di temukan lagi dan ada seorang nenek yang sudah lama tinggal di kampung itu pun mengatakan kalau dulu sungai ini adalah sungai penelan makhluk hidup.
Sudah banyak warga yang dulu tinggal di kampung ini yang tenggelam di sungai itu dan tidak pernah lagi muncul dan kalau pun di cari mayatnya itu tidak akan pernah ketemu lagi. Kalau di temukan pun itu hanya potongan tubuhnya saja.



0 Comments