Poker Terpercaya - Kisah yang akan saya ceritakan ini terjadi pada tahun kemarin kalau kakak perempuan saya yang bernama ani mengajak saya untuk ikut dengan mereka ke puncak untuk berliburan. Pertama saya menolaknya terus karena kak ani mengadu ke ayah dan ibu saya kalau saya tidak mau ikut dengannya.
Akhirnya saya pun di panggil ke ruang tamu untuk di sidang sama ayah dan ibu saya, hahaha... ayah saya pun menyuruh saya untuk ikut dengan kak ani ke puncak dan saya tetap mengatakan kalau saya tidak mau ikut pergi. Tapi waktu ibu saya mengatakan kalau saya benar-benar harus ikut pergi itu yang akhirnya saya pun mengiyakan.
Poker Online - Karena kalau ibu saya sudah mengatakan itu saya sudah tidak bisa menolaknya lagi dan saya juga melihat boneka perempuan juga wajahnya menunjukan hal yang sama. Saya pun mengatakan kepada kak ani kalau saya tidak mau tidur 1 kamar sama teman-teman cowok kak ani.
Kak ani pun menyetujuinya. Saya pun masuk kamar dan golek-golek lagi ketempat tidur saya sambil bermain ponsel saya. Tiba-tiba saya merasakan kalau ada hawa yang dingin masuk dari jendela saya yang waktu saya lihat tidak ada siapa pun di luar sana. Ibu saya yang menyadari akan terjadi sesuatu kepada kami semua pun masuk ke kamar saya.
Dan mengatakan kepada saya agar selalu di dekat kak ani, jangan sampai saya menyesal. Dari kata-kata itu pun saya sudah mengerti apa yang di maksud dengan perkataan ibu saya itu. Keluarga saya itu hanya saya dan ibu saya yang bisa mendapatkan signal dari makhluk kasat mata.
Sedangkan untuk ayah, kak ani dan juga adik perempuan saya itu tidak bisa melihat atau pun merasakan kedatangan makhluk yang kasat mata itu. Jadi karena ibu saya sudah mengatakan seperti itu maka saya langsung mengambil barang-barang keperluan saya saja seperti senter, jaket dan tas yang selalu saya bawa yang di dalamnya sudah ada buku paling penting yang di kasih sama nenek saya yang akan berguna di waktu yang mendadak itu.
Besok pagi teman-teman dari kak ani pun datang ke rumah dengan barang perlengkapan liburan. Teman-teman dari kak ani yakni budi, roni, suti, rosa dan novi. Kami pun segera berangkat dari rumah karena ke puncak akan memakan waktu 5 jam dan waktu kami berangkat jam 13.00 siang.
Dalam perjalanan itu saya tidak merasa ada sesuatu yang aneh jadi karena perjalanan masih jauh jadi saya pun memejamkan mata saya sebentar karena dalam liburan ini mata saya harus terjaga yang sudah jadi amanah dari ibu saya kalau saya tidak boleh lenggah sedikit pun. Saya pun tidur sampai tiba-tiba saya terbangun karena merasa ada yang aneh.
Sewaktu saya bangun perjalanan menuju villa yang ada di puncak tersebut tidak ada lampu yang nyala dan juga tidak ada villa yang ada penghuninya sama sekali. Setelah kami semua sampai di villa yang di sambut oleh dua anak kecil yang cantik dan satu mas yang menjaga villa tersebut.
Jadi saya mengatakan kepada mas itu kalau mas pernah mempunyai anak kecil langsung mas adit namanya mengatakan kalau iya. Saya langsung mengatakan kalau anak mas ada sama mas sekarang dan selamanya. Mas adit langsung terheran-heran dan saya langsung menyusul kawanan abg-abg ria akan liburan mereka.
Poker Terkini - Setelah itu mereka pun bersiap-siap untuk membuat makanan yang telah mereka bawa itu untuk di panggang dengan api unggun yang para cowok sedang menghidupkan api tersebut. Saya pun tidak memperdulikan mereka karena saya ke sini untuk menjaga sang putri. Saya pun masuk kedalam melihat yang di lakukan para cewek yang sedang mengeluarkan daging-daging ayam.
Saya melihat kalau ada wanita yang sedang mondar mandir berjalan melihat kami yang sedang membelut ayam. Saya pun mengambil sebuah piring plastik dan mengambil paha ayam yang masih ada darahnya itu pun taruh di sudut dinding. Pertama saya di marah sama kak rosa karena mengambil ayamnya.
Kak ani juga ikutan marah dengan saya lalu saya mengatakan ketimbang semua ayam itu di ambil dia. Kalian pilih mana hayo... Langsung para cewek pun diam dan melanjutkan kerjaan mereka. Dan dengan tiba-tiba kami yang di dalam villa mendengar jeritan para cowok langsung kami pun keluar.
Waktu kami keluar teman dari kak ani yang bernama roni yang bisa terbang dengan sendirinya itu yang mereka lihat sedangkan yang saya lihat yakni wanita yang berbaju merah sedang mengangkat lehernya. Mas adit yang rupanya mendengar teriakan kami pun datang menemui kami.
Dia pun mengatakan kalau itu pasti wanita yang berbaju merah yang sangat jahat yang tinggal di pohon besar tersebut. Saya juga melihat anak-anaknya juga bersembunyi di belakang mas adit. Berarti apa yang di katakan sama mas adit itu benar. Saya pun menanyakan kepada budi tadi kalian sedang apa.
Agen Poker - Budi pun mengatakan kalau mereka sedang membakar kayu-kayu yang mereka kutip di pohon besar tersebut. Dalam hati saya pun mengatakan kalau pasti wanita ini marah karena rumahnya terusik. Saya pun menyuruh kak ani untuk memegang tas saya dan jangan pernah kasih siapa pun.
Karena dalam situasi itu kak ani pun sudah bisa mengerti akan maksud saya pun hanya mengikuti perintah saya. Kalau tidak, mana ada turutnya sama saya. Saya pun mengambil kayu-kayu yang hendak di bakar itu dan kembalikan di bawah rumah pohon besarnya itu terus saya pun mengambil ayam yang hendak mereka bakar itu.
Saya letakan semua di bawah pohon besar itu yang kemudian saya mengatakan kalau kami semua tidak tau kalau kami telah mengusik rumah dia dan kami pun memintah maaf sebesar-besarnya lalu dia pun melepaskan rudi dalam pegangannya dan kembali ke rumahnya tersebut.
Kami membawa rudi untuk masuk ke dalam villa bersama mas adit. Di dalam villa serasa sangat sepi karena sudah tidak ada yang berani keluar suara sejak kejadian barusan di alami oleh mereka. Karena mas adit merasa kasihan kepada mereka pun membawakan makanan seadanya untuk mereka makan.
Setelah itu pun kami tidur di dalam satu kamar dan saya mengeluarkan kasur 5 dan di tata rapi karena yang akan tidur yakni mas adit, anak-anaknya dan juga wanita yang makan ayam dan juga wanita yang tidak punya wajah. Besok paginya kami segera berangkat pulang dari villa sambil saya berdadahan dengan makhluk yang kasat mata.



0 Comments