Poker Terpercaya - Kisah yang akan saya ceritakan ini mengenai boneka yang sampai sekarang bersama ibu saya. Dulu orang tua ibu saya pindah ke rumah baru mereka dan waktu itu ibu saya sangat bahagia sekali karena memiliki rumah yang terbilang sangat besar dan juga memiliki taman yang luas juga.

Dan di rumah baru itu ada sebuah bangunan yang terpisah yang merupakan gudang tempat penyimpanan barang-barang yang sudah tidak terpakai tapi masih layak untuk di pakai kembali. Waktu ibu saya sudah pindah di rumah besar tersebut, dia pun berjalan mengelilingi rumah tersebut dan menemukan gudang penyimpanan itu.


http://karpetjin.com/ 


Poker Online - Ibu saya pun menemui pak tua yang sudah menjaga rumah tersebut sebelum keluarga dari ibu saya menjadi pemilik rumah tersebut. Ibu saya pun mengatakan kepada pak tua tersebut untuk membuka gudang penyimpanan barang-barang tersebut lalu di bukakan oleh pak tua tersebut.

Saat di bukanya pintu dari gudang penyimpanan barang tersebut pun ibu saya sangat senang sekali. Karena di dalam gudang tersebut tersimpan banyak mainan yang masih bisa di gunakan seperti alat-alat masak memasak mini, miniatur rumah, boneka barbie dan masih banyak lagi yang ada di dalam gudang penyimpanan barang tersebut.

Tapi ibu saya sangat tertarik dengan sebuah boneka anak perempuan yang imut dan lucu itu. Maka ibu saya pun menyuruh pak tua itu untuk membersihkan dan kemudian dibawa oleh ibu saya ke dalam kamarnya tersebut. Dan beberapa hari sudah berlalu kalau ibu saya merasa boneka tersebut itu hidup.

Karena bisa berekspresi senang, sedih dan juga lucu. Tapi awal-awal ibu saya tidak terlalu memperdulikannya tapi lama kelamaan hal aneh pun terjadi dari raut wajah boneka perempuan tersebut yang beraut wajah seakan marah, ibu saya langsung memanggil nenek saya untuk melihat wajah dari boneka tersebut.

Tapi nenek saya pun mengatakan kalau tidak ada perubahan di wajahnya boneka perempuan tersebut. Ibu saya pun menceritakan semua yang terjadi semenjak boneka perempuan ini ada di kamarnya tapi sayangnya nenek saya juga tidak percaya apa yang telah ibu saya katakan. Sampai suatu hari sepulang dari sekolah ibu saya langsung bermain dengan teman-temannya di samping rumahnya itu.

Terus ibu saya dan teman-temannya pun mau memanjat pohon jambu yang ada buah masak tersebut tiba-tiba ibu saya jatuh dan tangan kanannya harus di gips karena mengalami retak pada tulangnya tersebut. Maka hal itu membuat ibu saya tidak bisa untuk pergi ke sekolah jadi ibu saya hanya ada di kamar bersama boneka perempuannya itu.

Waktu ibu saya melihat boneka perempuan tersebut pun mengalir air mata dan berwajah sedih karena takut ibu saya langsung menjerit sekuat-kuatnya dan kemudian ibu saya pun datang dengan terburu-buru. Dan menanyakan apa yang terjadi, ibu saya langsung mengatakan kalau boneka perempuan itu menangis.

Poker Terkini - Lagi-lagi nenek saya tidak mempercayainya tapi kali ini ibu saya pun menyuruh agar boneka perempuan ini di taruh ke gudang penyimpanan kembali. Nenek saya pun menurutinya dan mengambil boneka perempuan tersebut untuk di letakan ke gudang kembali tapi sewaktu mau meletakkan kembali ke gudnag penyimpanan.

Kakek saya pun pulang untuk makan siang dan mau melihat keadaan anaknya yang tersayang yakni ibu saya yang cerewat itu, hehe.. Karena terburu-buru untuk membuka pintu maka nenek saya menaruh boneka perempuan itu di ruang tengah. Sampai beberapa hari kemudian ibu saya yang sudah sembuh itu pun mulai sekolah.

Dan pulang sekolah mengajak teman-temannya untuk bermain di ruang tengah rumahnya tersebut pun ibu saya menemukan kalau boneka perempuan itu masih ada di ruangan itu yang pada akhirnya ibu saya dan beserta teman-temannya itu ke halaman belakang yang terdapat sungai dengan membawa boneka perempuan itu.

Setibanya di sungai tersebut kemudian ibu saya mengambil ancang-ancang untuk melempar boneka prempuan itu tapi malangnya ibu saya terpeleset dan jatuh ke sungai yang ikut hanyut bersama boneka perempuan tersebut. Teman-teman dari ibu saya pun dengan histerisnya menjerit sekuat-kuat tenaga.

Tapi karena sungai itu sangat sepi jadi tidak bisa langsung terdengar oleh keluarga atau pun pak tua di depan rumah tersebut. Waktu ibu saya hanyut itu pun merasakan kalau boneka perempuan ini membuat dia tidak bisa tenggelam karena boneka perempuan ini membantunya mengapung.

Terus sampai boneka perempuan itu tersangkut di dahan pohon tersebut pun masih menarik tangan ibu saya supaya tidak hanyut tapi karena ibu saya sudah lemas itu pun ibu saya sudah tidak sadarkan diri. Ntah berapa lama ibu saya pingsan yang akhirnya dia terbangun dan sudah banyak orang yang mengelilinginya itu.

Ibu saya pun langsung menanyakan kepada ibunya dimana boneka perempuan tersebut karena dia sudah menyelamatkan ibu saya itu. Nenek saya pun mengatakan kalau sudah di letakkan di dalam gudang penyimpanan kembali tapi ibu saya pun meminta agar boneka tersebut di ganti pakaiannya dan juga menaruhnya kembali di kamar ibu saya kembali.

Agen Poker - Setelah sembuh ibu saya langsung pulang ke rumah dan masuk ke kamarnya langsung memeluk boneka perempuan tersebut dan dengan mengucapkan terima kasih kepada boneka perempuan ini karena sudah menyelamatkan ibu saya. Jadi karena penasaran ibu saya pun membawa boneka perempuan itu untuk bertemu dengan pak tua.

Setelah menemui pak tua, ibu saya pun menanyakan kepada pak tua itu tentang boneka perempuan ini. Pak tua pun menceritakan kalau pemilik rumah yang dulu memiliki anak perempuan juga tapi sayangnya dia mengalami penyakit yang sangat parah yang telah merenggut nyawa anak perempuan tersebut.

Jadi pemilik rumah langsung menjual rumah ini dan meninggalkan barang-barang di gudang penyimpanan beserta boneka perempuan ini dan pada saat pak tua mau meletakkan boneka perempuan ini ke dalam gudang. Pak tua pun terkejut karena boneka perempuan ini menangis jadi pak tua mengambil kesimpulan kalau boneka perempuan ini memiliki perasaan seolah hidup.

Setelah mendengar cerita dari pak tua, ibu saya pun berjanji kepada pak tua akan selalu merawat dan berhati-hati agar boneka perempuan ini tidak bersedih hati. Saat saya menulis cerita ini, boneka perempuan juga lagi duduk dengan saya di sini. Dia pun tersemyum melihat ibu saya yang sedang marah sama saya karena membuat cerita dia di halaman ini. hehe..