Poker Terpercaya - Kejadian ini yang saya alami di bulan januari 2017 yang lalu di pengajian. Malam itu saya sangat tidak bersemangat sekali karena banyak hafalan yang harus di hafal. Jadinya saya pergi sendirian ke gerbang pengajian dan duduk sendiri di salah satu bangku yang ada di sana.
Waktu saya duduk tersebut tiba-tiba di samping saya ada yang duduk dan waktu saya lihat itu adalah seorang cowok ganteng yang memakai peci dan saya pun sangat terkejut sekali. Waktu saya lihat cowok tersebut sangatlah ganteng sekali tapi wajahnya sangat pucat. Tapi waktu itu saya pun tidak berpikir yang aneh-aneh.
Poker Online - Apalagi bangku yang saya duduki dan juga pada saat itu sudah sangat sepi dan karena semua lagi pengajian jadi hanya ada saya dan juga cowok ganteng tersebut saja yang ada di depan gerbang pengajian. Pria yang memakai peci itu pun menjulurkan tangannya kepada saya ( didalam hati wow kesempatan nih ).
Dan waktu saya menjabat tangannya tersebut pun terasa sangat dingin sekali sama seperti es batu saja. Dan cowok tersebut pun mengatakan namanya Akbar dan saya pun menjawab kalau nama saya wati. Dan waktu Akbar bertanya kepada saya kalau apakah saya masih ingat dengannya tersebut.
Poker Terkini - Saya pun bertanya balik kepadanya apakah saya sudah pernah mengenalnya dan yang membuat saya lebih kaget lagi karena dia mengatakan kalau saya dan dia sudah kenal dan sudah sangat dekat sekali selama 3 tahun yang lalu. Dan waktu dia mengatakan itu kepada saya dengan otomatis saya pun langsung berdiri.
Saya pun bersikeras untuk memikirnya kembali dan saya baru ingat kalau dia teman saya yang bernama Muhammad Akbar yang di banda aceh dan juga dia sudah meninggal karena penyakit kanker otak. Memang sih dulu saya sangat dekat dengannya dan sudah banyak teman saya menganggap kami berdua sudah pacaran.
Agen Poker - Saya pun langsung terdiam dan terpaku di bangku tersebut dan keringat dingin karena yang sekarang saya temui adalah hantu dari Akbar tersebut. Dan tiba-tiba hantu Akbar pun memegang pundak saya yang tertutup jilbab yang panjangnya sampai ke lutut tersebut. Saya pun dengan memberanikan diri untuk berbalik ke belakang dan memandang ke wajah gantengnya Akbar tersebut.
Tapi waktu saya melihat wajahnya tersebut hanya yang saya lihat adalah wajahnya pucat yang ada dan hantu akbar pun tersenyum kepada saya dan juga saya pun membalas senyumannya tersebut. Kemudian hantu Akbar tiba-tiba langsung memeluk saya yang di saat itu membuat saya terkejut bukan main karena baru saja saya di peluk sama hantu Akbar yang sangat ganteng itu.
Tapi waktu saya membuka mata saya itu sudah tidak ada lagi hantu ganteng Akbar yang sudah menghilang. Dan di dalam hati saya pun berkata kalau saya akan mengunjunginya besok. Saya pun langsung masuk ke dalam pengajian tersebut untuk mengirimkan doa kepada Akbar yang di alam sana untuk berterima kasih masih ingat dengan saya.
Besok paginya saya pun mengajak teman saya untuk pergi ke kuburan Akbar dan berdoa di sana setelah itu saya pun pergi ke rumah orang tuanya karena dulu saya juga sempat dekat dengan orang tuanya tersebut.



0 Comments