Poker Terpercaya - Bulan Juli lalu saya dan teman saya yang bernama budi yang sedikit ada sifat ceweknya itu pun pergi ke mesjid untuk mengaji. Saat itu jam sudah menuju pukul 19.00 wib malam kami berdua pun berjalan dan sambil ngobrol yang membuat saya kesal itu asik di tanya tentang kakak kelas yang saya suka itu.

Pertanyaannya pun sangat bermacam-macam dan saya pun seperti orang bodoh saja menjawab semua banyak pertanyaan sampai akhirnya karena saya malas menjawab pertanyaan yang tidak penting tersebut pun mempercepatan jalan saya. Pada saat saya melewati sebuah pohon besar.


http://bandarjin.com/



Poker Online - Yakni pohon jambu air yang pohonnya sangat besar dan menjulung tersebut pun membuat saya merasakan hawa yang lain dan membuat saya merinding beserta keringat dingin muncul. Saat saya melihat ke depan ada seorang lelaki yang bertubuh besar yang berdiri di pohon jambu air tersebut.

Karena gelap dan sedikit jauh saya pun tidak bisa melihat wajahnya tersebut tapi yang saya lihat itu orang laki-laki tersebut pun sangat besar dan tinggi seperti gorzila. Saya merasakan kalau kaki saya sudah tidak bisa di gerakan lagi dan mau membalikan badan saya untuk memanggil budi pun sudah tidak bisa lagi.

Bukan hanya itu saja suara saya tiba-tiba hilang kayak di telan bumi. Saya melihat dia melayang dan mengarah ke arah saya yang membuat saya mau kencing di celana saja. Dia datang dengan sedikit dengan sedikit saya pun dapat melihat wajahnya yang busuk semua dengan belatung-belatung di wajahnya tersebut.

Poker Terkini - Setelah hantu bertubuh besar tersebut ada di depan saya pun tercium bau busuk yang sangat menyingkat yang membuat saya mau muntah. Dia hanya menatap saya dan karena saya juga takut pun membaca al-quran di dalam hati saya. Yang tidak lama hantu yang bertubuh besar tersebut pun menghilang begitu saja.

Dan tiba-tiba ada yang memegang bahu saya dari belakang yang membuat saya ketakutan sampai asik sambil membaca al-quran. Dan tangannya pun tidak lagi memegang bahu saya dan saya merasa sudah aman dan saya pun membuka mata saya. Saya pun terkejut setangah mati.

Dan rupanya yang di hadapan saya bukan lagi hantu yang berbadan besar melainkan si budi yang cerewat tersebut. Budi pun bertanya kepada saya apa yang terjadi karena saya sudah ketakutan, saya pun menarik tangan budi dan cepat-cepat jalan ke mesjid. Sampai di sana barulah saya bercerita apa yang sudah saya alami tadi.

Agen Poker - Waktu saya berceritakan kejadian saya tersebut, saya pun melihat dari kejauhan kalau ada hantu berbadan besar dari ujung sana. Saya pun menelan ludah saya dan mengatakan kepada Budi kalau hantunya sekarang lagi berdiri menghadap ke arah kami. Ustad pun langsung menghalang pandangan saya.

Dan mengatakan jangan melihat lagi serta menyuruh kami untuk masuk dan ngaji bersama-sama di dalam mesjid. Waktu pulang pun kami di antar sama ustad yang baik hati tapi kejauhan saya tetap melihat kalau hantu berbadan besar masih melihat kami. Sebelumnya saya ingin mengatakan kalau saya mempunyai indera keenam tapi saya masih takut saja ketemu makhluk yang kasat mata.