Poker Terpercaya - Saya ingin menceritakan tentang diri saya yang sebenarnya yang baru saya alami di umur saya 15 tahun waktu itu yang membuat rasa penasaran saya akhirnya terungkap dengan semuanya. Yakni ibu saya mengatakan kepada saya kalau saya bukanlah anaksatu-satunya di dalam keluarga saya tersebut.

Ibu saya pun mengatakan kalau saya mempunyai kembaran yang telah meninggal pada malam setelah kami lahir. Orang tua saya tidak pernah memberitahu kepada saya tentang kematian kembaran saya dan di mana dia di kuburkan. Kata ibu saya kalau ayah saya sangat terpukul atas kematian kembaran saya tersebut dan membuat sebuah patung yang mirip dengan kembaran saya tersebut.




Poker Online - Patung yang dibuat oleh ayah saya sangatlah mendetail yang snagat mirip dengan kembaran saya yang memiliki lesung pipit yang ada di seblah pipi sebelah kiri. Ayah saya membuta patung kembaran saya dengan saya yang sebagai modelnya karena saya adalah kembarannya.

Dari dulu saya pikir kalau patung tersebut adalah patung saya yang dihadiahkan oramg tua saya kepada saya tapi saya salah selama ini. Karena patung tersebut adalah patung kembaran saya dan setelah saya mendengar ceritanya semua dari ibu saya maka saya merasa semakin dekat dengan patung kembaran saya tersebut. 

Dan saya pun menyadari kalau setiap tahunnya ayah saya selalu mengubah patung tersebut sedemikian rupa agar mirip sampai penampilan yang bertambah tua yang sesuai dengan usia saya saat itu. Seiring masa remaja saya pun ayah saya pun membuat patung kembaran saya pun mirip banget dengan saya dari segala bentuk.

Pada malam ulang tahun saya yang ke 17 tahun itu saya sangat gelisih dan tidak bisa tidur. Pikiran saya semua tertuju dnegan patung kembaran saya yang dibuat oleh ayah saya yang begitu mirip dengan gadis yang asli. Saya terpikir apakah ayah saya memotret saya terlebih dahulu sebelum membuat patung tersebut.

Poker Terkini - Karena dari semua segi dan bentuk, patung kembaran saya itu sangatlah mirip dnegan saya. karena penasaran itu membuat saya bangun dan keluar dari kamar dan langkah kaki saya menuju ke patung kembaran saya tersebut. Saya pun mengintip di balik tirai yang dekat dapur makan yang biasa ayah saya membuat patung kembaran saya itu.

Di balik tirai tersebut saya melihat patung kembaran saya itu pun lagi berbaring di atas meja makan lalu ayah saya pun mengeluarkan jarum suntik yang telah di isi semacam cairan dan di suntikan ke lengan patung kembaran saya tersebut dan sambil menyuntik, ayah say mengatakan kepada patung kembaran saya tersebut " kamu akan selalu menjadi anak saya yang manis selamanya"

Kemudian patung tersebut pun mengerakkan tangannya yang membuat saya terkejut setengah mati. Patung tersebut pun bangun dari meja tersebut dan memanggil kata "ayah" kepada ayah saya. Terus ayah saya seperti lagi berbicara dengan kembaran saya yang asli padahal itu hanya sebuah patung menurut saya.

Walau patung tersebut adalah patung kembaran saya. Saya pun mulai mendengar percakapan ayah saya kepada patung kembaran saya tersebut yang menceritakan kesehari-hari saya yang saya lakukan dan kegiatan ayah beserta ibu juga yang membuat bulu saya merinding.

Setelah ngobrol begitu lama, patung kembaran saya itu pun tiba-tiba memeluk ayah saya dan kemudian di baringkan kembali di atas meja. Saya pun bersembunyi di balik tirai itu pun karena ayah saya pun melangkah kakinya menuju kamar ayah dan ibu saya itu. Saya pun penasaran langsung datang ke dapur dan melihat patung tersebut sambil menusuk dengan jari saya mana tau patung tersebut bangun.

Dan ternyata patung tersebut pun bangun dan menyapa saya "hai kembaran saya" Disaat itu pun saya terkejut dan mundur selangkah tapi patung kembaran saya itu sangat nyata seperti manusia hidup. Dia pun mulai mengatakan kalau dia sangat penasaran dengan saya terus selama ini dia juga sudah memperhatikan saya.

Agen Poker - Saya pun bertanya kepada dia patung kembaran saya "mengapa kamu yang usdah memperhatikan saya selama ini tapi tidak pernah berkata kepada saya, kenapa baru umur 15 tahun saya mengetahui kalau kamu itu patung kembaran saya"

Dia pun mnejawabnya "bukan saya tidak mau mengatakannya kepada kamu tapi saya tidak bisa bicara kalau ayah tidak menyuntikan cairan ke dalam tubuh saya, say tidak akan bisa bergerak kalau tidak ada cairan tersebut"

Saya bertanya banyak hal tentang dia, patung kembaran saya tersebut tapi dia hanya menjawab sebuah kalimat yang membuat saya tidak tukut dengannya dan mulai mendekatinya beserta memeluknya yakni dia mengatakan kalau dia sangat berterima kasih telah menjadi anak ibu ayah yang sangat berbakti.

Setelah itu pun dia langsung berbaring kembali ke meja dan memejamkan matanya dan sebelum itu dia mengatakan kalau dia berterima kasih kalau dia sangat beruntung memiliki saya kembarannya dan langsung menutup matanya dan meneteskan air mata di pipinya tersebut.

Saya pun langsung berjalan ke kamar saya dan menangis tersedu-sedu karena patung kembaran saya tersebut yang hanya bisa hidup bila ayah saya menyuntik cairan tersebut. Dari malam itu pun saya sudah mulai ngobrol dengan patung kembaran saya tersebut walaupun dia tidak bisa bergerak atau pun berbicara dengan saya.