Poker Terpercaya - Sebelum saya bercerita maka saya memperkenalakan diri saya terebih dahulu yakni nama saya eko dan usia saya 20 tahun yang harus bekerja demi adaik saya yang bernama lisa yang berusia 15 tahun. Kami sudah tidak mempunyai ayah dan ibu sejak saya berusia 12 tahun.
Sejak itu pun saya harus banting tulang untuk mencukupi kehidupan saya dan juga adik saya. Dan di setiap hari say selalu bermimpi di kejar sama hantu dan di saat bersamaan saya pun melihat kalau adik saya melambaikan tangannya kepada saya dengan bersimpah darah yang keluar dari tubuhnya tersebut.
Poker Online - Pagi hari saya pun pergi ke sebuah toko untuk membeli lauk buat saya makan bersama adik saya. Terus saya pun membawa lauk tersebut pulang ke rumah dan mengorengnya, saya pun melihat kalau adik saya pun sudah bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Kami pun sarapan bersama-sama dulu sebelum adik saya pergi ke sekolah. Setelah itu pun saya mengantar adik saya ke sekolah sesampainya di sekolah saya pun mengusap kepala adik saya dan berkata "sekolah yang pintar ya dik supaya bisa mengapai cita-cita kamu setinggi langit"
Adik saya pun hanya tersenyum dan berpamitan kepada saya untuk masuk ke sekolahnya tersebut. Setelah itu saya pun langsung berangkat kerja dengan gaji yang terbilang cukup untuk kami berdua selama 1 bulan. Kadang gaji tersebut juga kurang karena adik saya sekarng sudah beranjak remaja.
Jam pulang kerja pun tiba dan waktunya saya untuk pulang ke rumah dengan mengunakan sepeda yang selalu saya bawa kemana-mana. Sesampainya saya di rumah, saya pun di sambut oleh adik saya dengan senyuman hangat. Rumah sudah kelihatan bersih dan rpi dan makanan sudah siap di atas meja.
Poker Terkini - Saya pun segera pergi mandi dan sholat selanjutnya kami berdua pun makan bersama dengan obrolan tentang sekolah adik saya dan kerjaan saya. Di saat itu adik saya yang bernama lisa pun mengatakan sesuatu kepada saya yakni dia meminta sebuah ponsel kepada saya karena katanya teman-teman sekolahnya semua memakai ponsel.
Karena saya tau gaji saya saja tidak mencukupi untuk 1 bulan maka saya pun menjawab "nanti kakak pikir dulu ya dik". Setelah itu pun saya duduk membaca buku-buku dan adik saya mengerjakan PR nya dan kadang di juga mennulis sebuah cerita pendek yang kadang kala saya juga membacanya.
Setelah sudah larut malam saya dan asik saya lisa masuk ke kamar masing-masing untuk tidur karena besok kami masih harus melaksanakan tugas kami masing-masing. Setelah saya masuk ke kamar, saya pun melihat tabungan saya yang sengaja saya simpan untuk masa depan adik saya.
Saya pun menghitung jumlah uang yang telah saya tabung yakni semua sekitar 500.000 dalam hati saya kalau uang ini cukup untuk membelikan ponsel buat adik saya. Setelah itu saya tidur dan kembali bermimpi hal yang sama lagi. Pagi harinya seperti biasanya saya harus memasak sarapan buat adik saya dan juga saya.
Tapi di pagi itu adik saya belum keluar dari kamar dan saya pun masuk ke kamar yang saya lihat yakni adik saya sedang tidur di kasurnya dengan badan yang lemas dan mengatakan kalau dia tidak masuk sekolah. Karena sejak lahir adik saya mempunyai penyakit jantung. saya pun mengendong adik saya ke meja makan untuk menyuruhnya makan agar mempunyai tenaga sedikit.
Setelah makan saya pun membawa adik saya ke rumah sakit untuk di periksa dan saat itu wajah lisa sudah cukup parah menurut perkiraan saya maka dengan cepat-cepat saya mengendongnya di punggung saya sambil berdoa agar lisa bisa cepat sembuh dan sehat kembali.
Agen Poker - Sampai di rumah sakit dokter pun mengatakan kalau adik saya sudah sangat parah dan harus di operasi tapi waktu itu saya tidak mengambil banyak uang di kantung saya pun dengan langsung menyuruh adik saya yang sudah tertidur di tempat tidur pasian tersebut untuk menunggu saya.
Karena kalau tidak ada uang, rumah sakit di sana tidak mau melakukan tindakan sama sekali. Saya pun bergegas pulang ke rumah sambil menangis dan sampai di rumah ntah kenapa hati saya terasa tidak enak dan tiba-tiba foto saya dan asik saya pun jatuh kelantai yang membuat saya berdoa agar tidak ada apa-apa di rumah sakit tersebut.
Saya pun bergegas mengambil uang yang telah say kumpulkan dengan sisa gaji saya dan pergi ke rumah sakit dimana adik saya lagi di rawat dan yang menunggu saya. Sesampainya saya di sana, saya sudah melihat banyak suster yang mengelilingi tempat tidur adik saya dengan beberapa alat medis.
Saya melihat mereka melakukan sesuatu kepada adik saya yang membuat saya kebinggungan dan seketika para suster dan dokter pun berhenti. Dan mengatakan kepada saya "kami minta maaf" yang berarti kalau mereka tidak bisa menyelamatkan adik saya lisa.
Di tempat itu saya pun nangis sekencang-kencangnya dan memanggil lisa untuk bangun kembali.
Tapi tuhan pun berkata lain, adik saya lisa pun sudah tiada dan setelah pemakaman selesai maka di rumah hanya ada saya seorang diri saja. Tapi ntah karena saya belum bisa melepaskan lisa, saya pun melihat lisa yang berdiri di hadapan saya dan mengatakan kepada saya.
"maafkan saya ya kak telah membuat kakak banting tulang demi saya dan terima kasih telah merawat dan juga menjaga saya ya kak.. Saya sekarang sudah tidak sakit lagi kak dan juga saya sekarang sudah bertemu dengan ayah dan juga ibu ya kak.. saya pamit dulu ya kak dan sebelumnya terima kasih ya kak"
Adik saya pun menghilang begitu saya dan membuat saya langsung mencuci muka dan kaki dan melakukan sholat untuk mendoakan adik tersayang saya yang sudah berada di sisi tuhan yang maha esa.



0 Comments