Poker Terpercaya - Kisah ini berawal ketika saya masih kecil dan cerita ini sudah sangat lama sekali dan kejadian tersebut pun berada di villa dulu kami yang berada di puncak bogor. Oh yah keluarga saya sering berpindah-pindah tempat tinggal karena tugas dari kantor ayah saya kerja yang memungkinkan kami sekeluarga berpindah tempat tinggal.

Saya pernah tinggal jakarta utara, jakarta selatan, bandung dan terakhir ini kami sekeluarga akan pindah ke bogor. Orang tua saya ingin membuat pesta kecil-kecil di villa paman saya yang berada di puncak tersebut. Saya pun merasa sangat senang sekali karena liburan ke puncak yang sudah lama tidak pernah liburan karena ayah saya kerja meluluh.


http://diapoker.net/



Poker Online - Saya sangat senang sekali karena di sana akan banyak teman-teman karena teman ayah saya membawa anaknya juga jadi saya berliburan bersama teman baru. Sebut saja namanya adi yang merupakan sepupu saya dari keluarga ayah saya. Pada saat perjalanan penuju villa yang berada di puncak tersebut.

Saya melihat ada seorang wanita yang berterbangan di samping kaca mobil kami dan juga karena saya masih kecil pun berkata "pah kok ada mbak yang berterbangan di mobil ya?  kan kasihan mbaknya asik terbang.."

Mendengar perkata saya pun semua terdiam dan ibu saya langsung menyuruh saya untuk duduk bersamanya dan 1 mobil tersebut pun tidak mengeluarkan suara sama sekali sampai saya tertidur karena kesunyian di mobil tersebut. Akhirnya sampai juga kami semua di villa paman saya itu.

Dan lagi-lagi saya melihat seoran wanita itu pun berada di atas pohon mangga dan bukan hanya saya yang melihatnya tapi juga si adi, sepupu saya itu pun melihatnya dan dia pun mengatakan kepada bibi saya kalau dia melihat seorang wanita yang berada di atas pohon mangga tersebut sambil tersenyum.

Bibi saya pun langsung membawa kami masuk dan di suruh jangan keluar rumah lagi karena pas kami sampai di villa sudah malam sekitar jam 20.00 WIB. Kami pun di suruh duduk sama ibu saya dan tidak boleh kemana-mana. Karena kami masih anak kecil jadi kami pun jalan sana jalan sini tidak mendengar kata-kata ibu saya.

Poker Tetkini - Tapi kami tidak berani keluar dari villa tersebut. Kami hanya melihat wanita itu yang berada di atas pohon mangga itu tersenyum-senyum menatap kami. Kami pun melambai tangan kepadanya yang lagi duduk asik di pohon mangga tersebut. Malam pun menjadi larut sekitar jam 22.00 malam kami pun tidur di masing-masing kamar tidur.

Sewaktu semua tidur tapi saya tidak bisa tidur puas karena mendengar suara nyanyian dari wanita tersebut tapi ntah bernyanyi lagu apa karena saya kurang paham atas nyanyiannya. Saya pun tidak bisa tidur dan saya pun membangunkan orang tua saya karena saya tidak bisa tidur.

Langsung ibu saya membuatkan susu buat saya dan memukul pantat saya sampai saya tertidur. Besok harinya saat saya bangun sudah banyak keluar kami yang keluar dari villa tersebut untuk bermain sepak bola dan saya pun bangun dan juga keluar untuk bertemu dengan ibu saya.

Ibu saya pun menganti pakaian saya tapi waktu itu saya tidak mandi karena cuaca di sana sangat dingin. Terus saya dan adi pun memakan makanan yang sudah disiapkan orang tua kami. Setelah itu kami pun berdua keluar dari villa itu untuk bertemu dengan keluarga kami yang sedang bermain-main di luar sana.

Kami pun bermain sampai lupa waktu dan kami bermain pun semakin jauh dari villa kami tersebut dan langit mulai gelap itu pun kami mau beranjak pulang tapi di tengah jalan, kami melihat ada mangga yang sudah masak dan berada pendek dekat kami pun berlari ke pohon mangga tersebut.

Dan hendak untuk mengambil mangga tersebut tapi ketemu dengan wanita yang mengikuti kami dari bogor sampai ke villa tersebut. wanita itu memiliki payudara yang sangat panjang ke bawah, tangan yang kurus dan memiliki kuku yang tajam. Setelah itu kami berdua sudah tidak tau kenapa lagi.

Karena langit sudah gelap itu pun orang tua kami beserta keluarga kami yang lainnya itu pun ikut mencari kami. Selama berjam-jaman mereka mencari kami sampai ibu kami asik menjerit dan memanggil kami tapi kami tidak bisa menjawabnya. Padahal kami berani pas di bawah pohon mangga tersebut.

Pencarian terus di cari sampai 2 hari barulah keluarga kami minta tolong kepada warga setempat dan mendatangkan seorang ustad yang berkata kepada keluarga kami kalau kami telah di simpan oleh wewe gombel dan kalau tidak cepat diselamatkan maka kami berdua tidak bisa balik lagi.

Orang tua kami pun langsung menangis tiada hentinya lalu ustad tersebut pun datang ke pohon mangga tersebut. Lalu ustad itu berdiri dibawah pohon tersebut dan berdiam diri setelah itu ustad menyuruh keluarga kami untuk membawa peralatan dapur yang bisa di pukul pukul agar bersuara.

Agen Poker - Keluarga kami pun asik memukul-mukul peralatan yang dibawa keluarga kami dari dapur tersebut. selama beberapa jam kemudian sekitar 18.00 WIB ustad pun bilang kalau kami berdua sudah kembali dan keluarga kami di suruh untuk mengikuti ustad itu ke dalam dapur villa paman kami.

Lalu ustad tersebut pun menjerit dengan kata-kata " tolong bantu saya untuk mengeluarkan anak-anak ini"

Dan kami pun muncul di balik gas elpizi yang besar berwarna biru tersebut. Badan kami pun kebasahan seperti orang yang lagi main air. Kami pun di gendong sama ayah kami dan kami pun segera diganti pakaiannya tapi kami belum sadar sampai besok harinya kami baru sadar tapi kami tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Ustad tersebut pun mengatakan kalau tidak usah khawatir karena sebentar lagi kami berdua akan bisa bicara kembali. Setelah air kelapa yang diberikan oleh ustad tersebut dengan dicampurkan beberapa sajian itu pun akhirnya kami bisa berberbicara. Tapi pertama-tama kami ucapkan hanya nangis sambil memanggil nama ibu kami.

Setelah itu pun kami menceritakan kejadian yang terjadi tersebut dan  ustad bilang sudah tidak apa-apa lagi sementara ini jangan sembarangan untuk mereka pergi. Dan sampai sekarang saya masih teringat kejadian lampau saya. Dan sampai saat ini kami masih mnegunjungi ustad yang dulu membantu saya dan juga adi itu yag sekarang sudah tua yang hanya bisa tinggal di rumahnya saja.