Poker Terpercaya - Pertama perkenalkan nama saya Anto yang berasal dari kota Bogor. saya disini mau menceritakan pengalamanku untuk pertama kalinya dan juga pertama kalinya saya melihatnya. Kisah ini nyata yang saya alami dan sampai saat ini saya baru berani menceritakannya.
Karena saya tidak pernah bercerita dengan siapapun termasuk orang tua saya sendiri. Saya dilahirkan di kota Bogor pada saat itu bertepatan dengan sehari sebelum bulan ramadhan seperti biasanya di kampung saya yang sangat ramai saat menyambut datangnya bulan suci ramadhan.
Poker Online - Saat itu sudah waktunya Tahrim jadi semua orang yang dikampung saya mulai ramai untuk pergi ke sungai untuk mencuci pakaian dan mandi. Ada juga yang bersiap-siap untuk pergi ke mesjid untuk menunaikan shalat subuh. Saat itu saya diajak ayah saya untuk pergi ke sungai dan bermandi disana.
Saya pun mengikuti ayah saya untuk pergi kesungai, tidak ada yang aneh saat berangkat dari rumah menuju sungai. Di saat sungai pun sudah mulai ramai dengan kegiatan penduduk kampung saya. Saat selesai mandi dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat di mesjid.
Setelah sampai ke mesjid dan kami semua pun melaksanakan kewajiban kami untuk menunaikan shalat subuh kami. Dan selesai shalat saya pun berpamitan sama ayah untuk pulang, seperjalanan pulang saya melewati dua kebun yang pertama kebun ubi terus saya melewati kebun pisang.
Namun saat saya melewati pohon pisang terakhir kayak ada yang membisikan untuk saya melihat ke kebun pisang sebelah kanan. Kepala saya pun tanpa sadar menoleh dan melihat ada asap yang berkumpul di satu tempat dan perlahan-lahan membentuk sesuatu. Saya pun berhenti sejenak dan melihat asap itu perlahan-lahan berbentuk sesuatu.
Kemudian kumpulan asap tadi berubah bentuk menjadi harimau putih dengan cajar yang besar terus ekornya panjang dan bertaring yang sangat runcing. Saat itu pun saya mau mencoba untuk lari, tapi ntah kenapa kaki saya tidak bisa digerakkan sama sekali. Keringat dingin pun bercucuran.
Bibir yang mau untuk membaca ayat kursu seketika rapat. Cukup lama saya melihat harimau putih itu dan harimau putih itu pun berjalan maju mendekati saya dan saat harimau putih itu mendekati saya tiba-tiba ayah saya datang dan menepuk pundak saya. Dan ketika itu juga harimau itu pun berubah menjadi asap kembali.
Kaki saya yang semula tidak bisa digerakan sekarang sudah bisa digerakan dan karena muka saya puncat dan bau pesing karena tadi saya ngompol di celana. Ayah saya langsung menanyakan kepasa saya "kenapa kamu nak, kok melamun dan muka kamu pucatsekali?" saya hanya menggelengkan kepala saya kemudian saya lari kencang menuju jalan pulang ke rumah.
Sejak kejadian itu saya tidak pernah mau melewati jalan tersebut. Sekian cerita saya ini dan maaf kalau ceritanya kurang seram karena ini baru pertama kalinya saya menceritakan rahasia yang saya bawa selama beberapa bulan.



0 Comments