Poker Terpercaya - Awal ceritanya hubungan aku dan istriku ini sangatlah harmonis tapi keluarga istriku ini tidak menyukaiku dan bersikeras menyuruh anak perempuannya yang sekarng menjadi istri aku ini untuk menceraikan aku. Tapi istriku ini sangat mencintaiku pun melawan orang tuanya kalau dia tidak mau bercerai.
Tapi yah dari istriku malah memaksa paksa agar istriku bercerai sama aku. Istriku pun menuruti permintaan orang tuanya untuke menceraikan aku soalnya istriku telah diancam oleh ayah dan ibunya. Begitu pengadilan agama jakarta utara memutuskan kami bercerai didalam batinku sangatlah tertekan dan stress berat karena dari perkawinan kami ini dikaruniahi anak perempuan yang masih berusia tiga tahun.
Poker Online - Hak perwakilan anak satu-satunya kami ini dijatuhkan di tangan istriku. Terus mantan mertuaku pun membawa anak dan istriku pulang kerumah mereka. Perceraian itupun membuat aku terpuruk dan menderita batin tapi ya mau dibilang kayak mana lagi istriku ini tidak bersikeras mempertahankan keluarga kami. Dia lebih mendengar orang tuanya.
Karena pengadilan sudah mengetukan palunya selama tiga kali maka di situlah aku tidak akan bisa bertemu kembali dengan istri dan anakku lagi untuk selamanya. Sebenarnya aku bisa nikah bersama istriku ini karena istriku hamil duluan jadi kami dinikahkan dengan status fomalitas saja.
Dulu aku dan istriku perpacaran tanpa sepengatahuan keluarga istriku karena keluarga istriku adalah keluarga terhormat dan kaya sedangkan aku hanyalah orang biasa dan bukan dari keluarga terhormat. Sejak perceraian kami itu di sah kan oleh pengadilan jakarta, istriku pun dinikahkan dengan pengusaha muda di daerah jakarta utara.
Aku pun berhenti dari pekerjaanku yang sekarang dan aku pun pergi merantau ke luar negri dengan penghasilan jual rumah dan uang yang ada di bank. Aku merantau di negara kecil di Maladewa dekat Srilangka dan tidak akan kembali lagi untuk selamanya. Indonesia terlalu pahit dan kejam kepadaku.
Begitu aku sampai di kota kecil Maladewa itu aku pun begegas menaiki taksi dan menuju ke markas besar militer Maladewa untuk bertemu dengan teman lamaku yang bekerja di sana. Nama temanku itu ialah Abdul yang sekarang sudah menjadi warga negara Maladewa. Dia telah memiliki istri dan dua anak di negara kepulauan kecil itu.
Sesampainya di markas tentara Maladewa itu Abdul langsung menyambutku dengan hangat dan dia sangat senang melihat aku datang. Dia menyuruhku untuk tunggu sebentar karena dia mau minta izin di kantornya untuk membawaku kerumahnya yang cukup mewah dengan taman yang indah dihalamannya itu
Abdul pun menyiapkan makanan buat aku lalu kami pun makan bersama-sama sambil ngobrol. Tidak lama kemudian istri beserta anak Abdul pun pulang dan kami pun berkenalan. Istrinya yang bernama Syarifa asal Arab yang sudah sejak lahir berada di Maladewa ini. Anak-anak Abdul ada dua dan anak-anaknya itu sudah duduk di bangku SMP negeri setempat.
Setelah berbincang-bincang dengan anak-anak dan istrinya itu pun lantas Abdul pun mengantar aku ke hotel bintang lima yang tempat dulu dia bekerja. Di sini Abdul mendapatkan diskon dan aku ditraktir untuk 10 hari aku tinggal di hotel tersebut. Dihotel ini memiliki pemandangan lautnya luar biasa.
Dimana matahari terbit disitulah kamar hotel yang aku tempati terlihat jelas terus restorannya di buat diatas laut dengan suara ombak dan burung-burung berterbang-terbang untuk mencari ikan tapi ketika aku mengingat tentang istri dan anakku, pandangan yang begitu indah menjadi hambar.
Kecantikan alam itu tidak mampu mengobati hati aku yang merana. Tapi aku belum menceritakan kisahku kepada teman lamaku kalau aku sudah diceraikan istri dan ditinggali oleh anakku sematang wayangku yang kusayang dan kucinta. Sudah larut malam akhirnya Abdul berpamitan sama aku karena sudah jam 23.00 wib mau pulang kerumahnya.
Sepulangnya Abdul, aku pikir kalau aku akan tertidur pulas karena perjalananku dari jakarta sampai ke kota kecil ini sangat melelahkan tapi mataku ini tidak mau terpejam. Aku masih teringat dengan anakku yang lucu dan kemesraan istriku. Aku membayangkan betapa bahagianya kalau kami tetap bersatu.
Karena aku tidak bisa tidur jadi aku pun keluar kamarku meuju restoran yang diatas laut itu. Aku pun duduk di meja dekat pojok dan aku pun memesan makanan jepang dan dua botol bir Guinness. Aku pun menyantap makanan khas jepang tersebut setelah itu aku duduk santai sambil minum beer yang aku pesan sambil melihat sinar bulan yang begitu indah walau hanya tidak semuanya utuh.
Rembulan itu begitu anggun, cantik dan syahdu membawa aku kepada surga dunia yang tiada tara. Dalam keadaan setengah sadar aku melihat sosok istriku dibawah lampu mercury di beranda restoran pada jam 02.30 waktu setempat. Aku segera berdiri keluar restoran dan berjalan menuju beranda mendekati wanita tersebut.
Begitu aku mendekati wanita itu, hatiku berbunga-bunga dan ternyata itu benar istri ku yang kucinta yang kusayang. IStriku langsung memelukku dan aku juga memeluknya dengan erat. DIa bilang kalau dia mendengar kalau aku akan merantau ke Maladewa dan meninggalkan Indonesia.
Istriku bilang kalau dia kesini tidak ada yang mengetahuinya dan anaknya tidak dibawa. Istrinya mengaku kalau dia masih mencintai aku dan akan tinggal bersama aku di Maladewa untuk selamanya. Dan aku langsung menarik tangan istriku dan ku bawa masuk kamar hotel dan melakukan apa yang biasa suami istri lakukan.
Setelah lelah bercinta kami pun tertidur pulas tapi diwaktu aku bangun, aku tidak melihat istriku disam pingku, aku terus mencari dia tapi dia tidak ada dimana-mana. Aku yang semakin penasaran, aku pun memutuskan untuk telepon ke jakarta tapi aku menyuruh karyawan yang di hotel itu untuk telepon.
Karyawan tersebut bilang kalau istriku masih di jakarta dan tidak kemana-mana. Alhasilnya aku punjadi binggung soal semalam aku bercinta sama siapa kalau bukan dengan istriku. Aku penjadi panik cemas dan resah memikirkan siapa wanita yang wajahnya mirip persis sama istriku itu.
Belum sempat aku mencari tau keberadaan sang wanita tersebut, Abdul telah datang menjemputku sambil berkata kenapa dengan wajahku. dan dengan rasa penasaran itu pun aku menceritakan semuanya kepada Abdul tentang tadi malam yang aku alami dan tentang keluargaku.
abdul pun berkata "kasihan benar nasibmu ini tapi ya sudahlah lupakan itu dan tinggallah disini biar aku carikan tempat tinggal dan kerjaan kasih kamu"
"tapi dul, semalam wanita itu mirip kali sama istri aku.. siapakah dia?" tanya ku yang penasaran
"hantu.. saya yakin itu hantu.. karena belakang ini memang banyak hantu yang bergentayangan mencari pria untuk diajak bersenggama. sudah banyak kesaksian pria-pria tentang hantu maladewa karena mereka adalah hantu yang haus sex jadi mereka akan menyamar menyerupai orang yang kita rindukan atau menyerupai wanita sexsi"
Ungkapan Abdul mebuatku kaget setengah mati, dalam hatiku aku berkata apa benar semalam yang kutiduri bukan istri tapi hantu maladewa. Abdul lalu menunjukan berita ini di line tentang hantu cantik yang selalu mengajak korban-korbannya untuk melakukan hubungan intim.
Abdul langsung membawa aku pergi ke dukun wanita yang sangat terkenal di maladewa karena abdul sering kali meminta nasehat kepada dukun ini. Kepada dukun itu aku pun meminta bantuan untuk menyuruh hantu yang menyamar sebagai istriku kembali kepadaku dan aku akan menikahinya.
Dukun dan Abdul itu pun terkejut dan abdul pun bilng kalau aku sudah gila karena mau menikah dengan hantu tersebut. Tapi pada akhirnya Abdul pun menyetujui aku untuk menikah dengan wanita hantu tersebut karena dia sudah tau dengan permasalahanku. Dan aku pun menikahi hantu wanita itu di malam harinya karena dibantu oleh dukun yang terkenal itu.
Dan setiap malam istriku akan datang dan menemaniku dan disaat pagi hari dia akan keluar jendela kamar dan terbang menuju Samudera Hindia karena istriku ini berasal dari sana. Ternyata jin hantu ini sudah mengikuti ku sejak lama sebelum aku dan istriku ini bercerai, dia sudah mengikutiku dan sampai aku di Maladewa pun dia mengikutiku.
Tapi ada hal yang membuatku senang ialah suami yang menikah dengan istriku yang asli itu sangat menyanyangi anak perempuanku dan menjaganya dengan baik. Dan aku diperbolehka menelepon anakku oleh suami dari istriku ini. Di telepon anakku tetap mengakui aku sebagai bapaknya dan dia bilang mau bertemu aku dan tinggal bersamaku beberapa hari. Itupun kalau diijinkan oleh mantan mertuaku.



0 Comments