Poker Terpercaya - Cerita ini dari teman saya yang bernama budi. Budi ini ingin membagi kisahnya disini. Begini awal ceritanya saat itu sekolahnya mengadakan perkemahan yang lokasinya berada di Kabupaten Semarang selama 3 hari di sana.
Singkat ceritanya pada hari terakhir penginapan, kami pun mengadakan acara game yang nama gamenya jeritan malam. Disetiap regu terdiri dari tiga orang yang nantinya akan disuruh jalan ke dalam hutan tanpa bimbingan dan akan melewati pos-pos jaga yang usdah sedia di dalam hutan tersebut
Poker Online - Didalam hutan tersebut mereka akan menemukan pos-pos di sana dan akan memenuhi persyaratan yang telah ada di sana. Semua regu pun bersiap untuk melakukan tugas tersebut, Akhirnya regu budi ini pun mulai memasuki hutan tersebut dan dia bersama kedua temannya itu pun masuk ke hutan dan mengikuti konsudor di acara tersebut.
Ketika sampai di pos pertama dan persyaratannya ialah membubuhkan tanda tangan di atas pocong jadi-jadian yang tertidur di atas sebuah makan jadi-jadian. Disini pun regu budi ketakutan bahkan saking takutnya salah satu temannya minta agar diwakilkan tanda tangannya.
Tapi tiba-tiba ada suara yang bilang tidak boleh diwakilkan dan harus tanda tangan sendiri. Mendengar suara itu temannya pun lebih ketakutan dan gemetar untuk membubuhkan tanda tangannya. dan setelah itu pun regu budi langsung cepat-cepat tanda tangan dan kabur meninggalkan pos pertama.
Kurang kebih 20 menit perjalanan regu si budi ini pun mereka berhenti sejena karena tadi sudah berlarian. Salah satu temannya melihat ada pocong lagi di antara perpohonan yang ada dibelakang mereka dan karena budi ini adalah orangnya paling iseng, dia pun ambil batu dan melempar pocong yang dikira hanya jebakan dari acara tersebut.
Waktu lemparan batu itu kearah pocong tersebut pun tembus dan budi pikir itu meleset maka dilemparkan sekali lagi dan lebih kagetnya lagi lemparan batu itu tembus berarti itu pocong asli. Si pocong pun melihat ke arah regu budi dengan tatapan yang tajam dan giginya yang menyeramkan itu.
Tanpa disuruh pun mereka bertiga lari kebirit-birit dan dalam perjalanan lari itu temannya budi pun sesak kencing jadi mereka cari kamar mandi dan rupanya ada kamar mandi tapi budi dan temannya yang satu tidak mau kencing dan mereka pun menyuruh temannya yang satu nya untuk kencing sendiri.
Sebelum kencing temannya yang penakut ini pun mendengar suara tangisan dan temannya pun memanggil budi dan temannya untuk mendengarkan suara yang barusan dia dengar. Mereka bertiga pun mendengar suara tangisan tersebut dan segara mencari sumber suara itu berasal dari mana.
Ternyata suara itu berasal dari sebelah kamar mandi dan mereka pun membuka pintu kamar mandi dan menemukan seorang gadis yang jongkok sambil menangis.
"kak, ada apa? kok nangis.. bisa kami bantu kak?" tanya budi kepada gadis yang sedang nangis tersebut.
Gadis ini karena mendengar suara budi langsung diam dan berdiri, belum lagi budi bertanya lagi gadis ini pun berbalik badannya dengan muka yang hancur yang dipenuhi dengan darah dan belatung-belatung yang ada diwajah gadis ini dan sebagian dadanya yang rusak bersimbah darah.
Tangisan yang tadi mereka dengar menjadi tawa panjang yang menyeramkan dan membuat budi beserta dua temannya ini menjadi patung dan tanpa aba-aba mereka bertiga lari keluar dari tempat tersebut sambil lari ke perkemahan mereka. Mereka pun menceritakkan kembali kepada pembina mereka. Dan acara itu pun di berhentikan dan mereka semua bergegas merapikan barang-barang perkemahan dan segera naik bus dan pulang.



0 Comments