Poker Terpercaya - Kisah indah berawal dari aku sekolah di sekolah peragamaan yang ada di Gombak. Asrama ini memiliki 5 tingkat dan kamar aku pun di lantai paling atas yakni di lantai 5. Dan asrama aku ini terkenal dengan cerita-cerita seram dan pada suatu malam itu pun tiba.
Aku dan teman-teman pun ngantuk karena sudah larut malam pun kami semua balik ke kamar masing-masing, Tapi tiba-tiba dinding belakang kamar aku mendegar kayak ada yang mencakar gitu. Aku anggap lalu saja dan berdiam diri saja sambil dalam hati membaca Al-quran setelah aku baca, suara itu tidak muncul lagi dan aku pun tidur pulas sampai besok pagi.
Poker Online - Besok paginya aku pun menceritakan kejadian semalam kepada teman aku yang tidur bareng sama aku. Tapi dia bilang kalau dia tidak mendengar apa-apa, aku mendengarnya hanya terdiam dan tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi. Dan malam kedua bukan hanya aku saja yang mengalaminya tapi semua teman-teman yang di asrama itu juga.
Malam itu lampu semuanya tiba-tiba mati, dalam kegelapan itu aku dan teman-teman aku pun merasa macam ada angin masuk kedalam asrama kami. Teman aku pun cepat-cepat membuka stut listrik tersebut dan lampunya pun hidup tapi mati lagi lampunya. Dan kejadian itu berlaku sebanyak 3 kali hidup mati hidup mati lampunya.
Dan yang ke 4 kali teman aku kena tamparan dari belakang dan temanku pun bilang "aduh! sakit" kami pun terkejut karena pada waktu itu asramanya gelap gulita, kami membawa teman kami pun keluar menuju ke depan asrama. Jadi aku dan temanku berdua berencana untuk masuk kembali ke dalam asrama untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
Sewaktu kami masuk kedalam asrama, kami melihat kalau di atas kipas angin ada sesosok makhluk halus yang mukanya seram kali, kami pun cepat-cepat lari dan kami pun tidak pakai lari di tangga lagi tapi pakai loncat dan terus kami lari keluar dan kami pun kembali ketempat teman-teman kami.
Kami pun menceritakan semua kejadian yang tadi kami lihat di dalam asrama tersebut. Kami semua sepakat untuk kembali bke asrama lagi dan di sana kami pun membaca Al-quran dan salah satu teman kami pun melakukan sholat Adzan. Setelah kami membaca Al-quran semua pun menjadi normal kembali.
Tapi kebesok malamnya kejadian itu terjadi lagi namun ini hanya aku saja yang tau dan aku melihat pintu lemari tiba-tiba terbuka sendiri karena aku takut jadi aku pun menutup muka aku dan aku merasa kalau kakiku seperti ada yang menarik-narik. Aku pun tidak bisa tidur sampai besok pagi.
Besok paginya aku pun langsung buru-buru ambil barang-barangku dan segera pulang ke rumah. Dan aku pun selama 3 hari berturut-turut tidak hadir di dalam pelajaran keagamaan itu maka kepala sekolah disana tidak mengizinkan aku masuk ke sekolah tersebut lagi. Jadi orang tuaku pun menyekolahkan aku yang berada dekat-dekat rumahku saja.



0 Comments