Poker Terpercaya - Perkenalkan dulu nama saya Ranti terus saya masih duduk dibangku SMP kelas 3 dan dari kecil saya sudah mempunyai kemampuan untuk melihat makhluk-makhluk yang kasat mata. Di sekaloh saya mempunyai teman yang sama kayak saya yang bisa melihat makhluk-makhluk yang kasat mata, nama teman saya yakni Yanti dan saya juga mempunyai teman biasa yang hanya manusia biasa namanya Vivi.

Pada waktu itu pelajaran sekolah telah usai dan murid-murid pun semua pada pulang. Kami bertiga pun juga pulang tapi dalam perjalanan dari lorong sekolah yang sudah mulai sepi terus kata teman saya Yanti kalau dia pernah mendengar kalau sekolah ini dulu pernah ada pembunuhan dan sambil menatap saya dan Vivi.





Poker Online - Kemudian muncul ide gila dari kami bertiga untuk tidur di sekolah nanti malam. Kami pun langsung pulang kerumah untuk mampersiapkan persiapan untuk nanti malam tidur di sekolah. Habis itu malam pun tiba dan pada saat itu tiba kami untuk pergi ke sekolah.

Sampai depan gerbang sekolah yang terkunci dan tanpa rasa takut saya, vivi dan yanti pun memanjat gerbang yang menghalang dari pandangan kami. Setelah masuk ke wilayah sekolah, hawa dari makhluk halus pun menyergar ke tubuh kami. Kami pun mengabaikannya dan kami pun lanjut jalan ke dalam sekolah.

Karena sekolah sudah tidak ada penghuninya maka sewaktu kami jalan suara sepatu kami sangat bergema. Kami langsung naik ke lantai 3 tempat ruangan kelas kami.  Masih pukul 20.00 WIB yang belum begitu larut yanti dan vivi sudah menguap berkali-kali dan vivi meminta izin kalu dia mau tidur saja tapi karena saya kebelet pipis jadi saya ajak yanti untuk menemani saya ke kamar mandi.

Kami pun turun ke lantai 2 dan melihat ada yang begerak dari arah samping lorong dan belum saya dan yanti melihatnya terdegar suara dari lantai 3. Kami pun bergegas lari ke vivi karena dia satu-satunya di dalam kelas kami. Kami menemukan vivi sudah meninggal dunia " vi.......vivi!!!" jeritan kami berdua melihat darah yang keluarkan dari kepala vivi.

Saya langsung mendekat dan memeluknya tapi badan vivi masih hangat. Tiba-tiba ada sosok wanita berseragam yang menghampiri kami dan memandang dengan tatapan dingin "ana?" saya pun mengenalnya. Ana adalah siswa terbaik angkatan saya sewaktu  saya masih duduk di bangku SMP kelas 2 dan susi ini anak yang cerdas dan cantik dan menjadi perimadona di sekolah kami ini.

Tapi beberapa bulan menjelang ujian kenaikan kelas, dia ditemukan meninggal dunia di gudang menyimpanan perlengkapan olahraga dengan rok yang sobek dan seluruh tubuhnya tergores-gores. Dalam kejadian tersebut yang menjadi tersangka atas kematian Ana ini adalah kekasihnya.

Tapi sayangnya kekasihnya ini menjadi gila gara-gara kekasihnya meninggal dan dia di tuduh membunuh ana. 

"saya ingin membalas dendam atas kematian saya!! Dan saya ingin dodi terlepas, dia adalah cowok baik-baik" kata ana sambil menatap kami

"kenapa kamu membunuh vivi?" yanti menanyakan kepada ana

"dia pelaku utama yang telah membunuhku dengan sadis bersama pak eko" jawab ana

Belum kami menanyakan secara rinci tiba-tiba pak eko muncul yang melihat vivi bersimpah darah pun langsung berkata "ada apa ini? kamu yang membunuh vivi!!" Tanpa pikir panjang kami berdua pun langsung lari ke bawah sambil meminta tolong.

"ada apa ranti dan yanti? kenapa kalian berdua lari sampai segitunya?" tanya petugas jaga malam yang bukan lain adalah ayahnya ana.

Tanpa basa basi saya langsung bilang kalau pak eko lah yang membunuh ana dan sekarang lagi mengejar kami. Langsung kami pun sembunyi di pos satpam. Dan tanpa basa basi dan hanya bilang 1 kalimat saja " kamu yang membunuh anakku!!" terus di tusuk pakai pisau berkali-kali sampai pak eko tidak bergerak sama sekali.

Dan pak eko pun meninggal di tangan ayah ana lalu roh dari ana ini pun datang menghampiri ayahnya dan berkata "ayah maafkan saya yang pergi tanpa pamitan sama ayah. saya pergi dulu dan jaga kesehatan ayah". Ayah dari ana pun menangis sekeras-kerasnya dan kebesokan harinya sekolah ini pun ramai dikelilingi oleh polisi. 

Tapi untungnya saya dan yanti baik-baik saja dan dodi pun keluar dari penjara dan tinggal orang tuanya merawat dia dan sedikit demi sedikit dodi pun sembuh dari gilanya tersebut.