Poker Terpercaya - Hari itu sedang musim kemarau di kampungku dan air keran pun tidak ada yang keluar lagi di semua tempat yang ada dikampungku. Jadi semua warga-warga setempat pergi kesungai yang ada di kampungku untuk mandi, mencuci dan lain-lain. Dan di sungai itu pula sering aku dan ibuku pergi untuk bermain-main dan mencari kerang.
Karena tidak ada air keran yang keluar maka jam 06.00 subuh ibu saya dan saya pun pergi ke sungai untuk mencuci piring di sungai itu. Hari pun mulai terang karena saya mau pergi kesekolah maka saya pulang rumah duluan. Dan saya meninggalkan ibu saya sendiri di sungai.
Poker Online - Pada saat ibu saya yang masih di sungai itu mendegar kalau ada suara dibalik bambu dan ibu saya mengira kalau itu ada suara binatang yang lewat di balik bambu-bambu itu. Tapi lama kelamaan terdengar suaranya lagi, ibu saya hanya diam dan mencuci seperti tidak terjadi apa-apa.
Akan tetapi suara itu pun keluar lagi dengan sangat keras seperti suara tangisan seorang perempuan dibalik bambu-bambu tersebut. Ibu saya yang mendegarkan suara tangisan tersebut mau lari tapi piring-piring cucian belum siap semua. Ibu saya tidak jadi lari dan sambil mencuci piring dan sambil membaca ayat-ayat suci.
Dan ibu saya pun cepat-cepat mencuci piring di sungai itu langsung cepat mengerakan kakinya menuju arah pulang. Diperjalanan pulang ibu saya bertemu sama seorang pria dan sangking takutnya pun menceritakan kejadian di sungai itu kepada pria tersebut. Lalu pria tersebut pun mengatakan kalau itu hal biasa saja.
Karena didalam hutan sana masih banyak yang lebih seram. Karena juga ibu saya merasa lebih merinding lagi, ibu saya pun berpamitan sama pria tersebut dan langsung pulang kerumah dan menceritakan kepada saya. Besok harinya kalau mau pergi kesungai lagi maka ibu saya pun mengajak ibu-ibu tetangga untuk pergi kesungai karena ibu saya sudah tidak mau pergi sendirian lagi. Sekian kisah yang bisa saya ceritakan di sini.



0 Comments