Poker Terpercaya - Dikampung saya ada seorang nenek tua yang sudah berusia 70 tahun yang mengalami hal yang tidak semua orang pernah mengalaminya. Nenek tua ini pernah mengalami fenomena mati suri dalam hidupnya ini. Nama nenek ini ialah mbok rohaya yang pernah mengalami kejadian itu sekitar 1 tahun yang lalu.

Mbok rohaya dulunya adalah seorang guru sekolah dasar di kampung saya tapi sekarang dia sudah paneiun karena sudah tidak mampu lagi untuk mengajar. Mbok rohaya ini hidup dirumah kecilnya bersama anak perempuannya yang masih gadis. Mbok rohaya ini mempunyai anak sebanyak 5 orang anak tapi yang menjaganya selama ini hanyalah anak yang paling kecil yang nama sindi. dan ke 4 anak dari mbok rohaya ini pergi ke kota untuk mencari nafkah.




Poker Online -  Awal ceritanya pas hari pagi yang biasa saja yang dilalui setiap hari. Setelah bangun tidur mboh rohaya pun pergi mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya yang rentah itu dan setelah itu dia pun membuat teh hangat dan duduk di depan terasnya. Mbok rohaya pun pergi untuk bersholat dan selepas sholat tiba-tiba pingsan tanpa ada yang mengetahiunya.

Anak dari Mbok rohaya ini merasa ada kejanggalan karena sudah bisa diblang lama mbok rohaya ini sholat jadi anak gadisnya ini pun masuk ke dalam tempat biasanya mbok rohaya istirahat. Sampai ke dalam mbok rohaya telah ditemukan tidak bernyawa lagi. Banyak orang yang melayat mbok rohaya ini karena selam masa hidup rohaya ini adalah orang yang sangat ramah dan pandai menyesuaikan diri jadi semua orang di kampung sangat menyukainya.

Semua orang merasa kehilangannya sehingga wajar kalau isak tangis menyertai prosesi pemandian jenazahnya. Semua orang yang datang melayat mbok rohaya tidak akan menyangka sebelumnya kalau hari itu mereka akan menyaksikan kebesaran Alloh dan menjadi saksi dari kisah mati suri yang tidak semua orang didunia ini bisa mengalaminya.

Setelah dimandikan, jenazah mbok rohaya pun di kafani dan di sholatin bersam anak-anaknya yang pulang dari mencari nafkah. Sudah tiba waktunya untuk mengantarkan beliau ke rumah terakhirnya yaitu liang kubur yang sunyi dan gelap. Iring-iringan pelayat pun yang tidak henti mengumandangkan tahlil mengantar kepergian mbok rohaya.

Dari rumah duka ke areal pemakaman jaraknya sekitar 20 menit dan pemangkul jenazah pun berganti-gantian, sawuran beras dan uang logam juga terus berulang seperti prosesi pemakaman pada umumnya. Tiba-tiba pelayat berhenti karena mendegar suara batuk dari kain penutup keranda.

Yang lebih membuat kagetnya yakni kain dari penutup keranda ini kayak ada yang menarik dari dalam dan tiba-tiba mbok rohaya bangun dan semua orang pun lari dari tempat tersebut. Pak ustadz yang berada di depan mayat mbok rohaya pun terkejut tapi pak ustadz tidak lari.

"Assalammualaikum mbok?" tanya pak ustadz

"wa alaikumsalam pak ustadz. saya mau nanya kenapa saya berada di sini dan menggunakan kain kapan?" nanya balik oleh mbok rohaya

“Siapa namamu?” sergah pak Ustadz ingin memastikan bahwa yang berbicara itu benar-benar mbok rohaya bukan jin atau sebangsanya.

“Pak Ustadz ini Si Mbok, Mbok rohaya. Kenapa bertanya begitu?” jawab mbok rohaya yang kebinggungan.

“Subhanalloh!! Saudara-saudara, inilah bukti kekuasaan Alloh. Kita telah menyaksikan fenomena yang luar biasa. mbok rohaya telah mengalami mati suri”

Seketika itu, para pelayat yang tadi lari terbirit-birit kembali berkumpul ke dekat keranda dan menyaksikan mbok rohaya yang mengalami kisah nyata mati suri. Semua orang berdecak kagum seraya mengucap tasbih. Subhanalloh. Sungguh Engkau Maha Kuasa Ya Rabb. Mbok rohaya kemudian kembali ke rumah dibonceng dengan sepeda motor. 

Sementara itu para pelayat yang masih penasaran pun menyusulnya kembali ke rumah duka. Mereka ingin mengetahui apa yang dialami oleh mbok rohaya selama 4 jam terakhir yang telah mengalami mati suri. Mbok rohaya melepaskan 3 lapis kain kapan ditubuhnya dan kembali mengenakan pakaiannya seperti biasa. Orang-orang berkumpul dan saat itu juga mbok rohaya menceritakan apa yang dia alami.

“Mbok tadi tidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu mbok bertemu dengan seorang pria tinggi besar. Ia mengaku bernama Roni. Ia mengajak saya ke Makkah untuk melaksanakan sholat Dzuhur bersama. Kemudian mbok diajak ke sebuah lembah di padang pasir yang luas oleh dia. Mbok bingung dan laki-laki tadi juga tampak kebingungan. Tiba-tiba mbok disuruh pulang lagi katanya ini masih belum waktunya. Mbok sempat heran dengan kata-kata yang dia ucapkan sebelum akhirnya mbok terbangun dan sudah ada di dalam keranda.” Papar Mbok rohaya sambil terbata-bata.

“Ini adalah fenomena mati suri Mbok dan telah mengalami sebuah fenomena yang tidak semua orang bisa mengalaminya. Kemungkinan laki-laki yang mengajak si mbok tadi adalah malaikat maut mbok. Saya kira Alloh masih memberi kesempatan untuk mbok melakukan sesuatu yang diingin si mbok di dunia ini.” Seru pak ustadz.

“Entahlah, yang jelas mbok merasa ini hanya tidur dan tidak tahu jika jantung sudah tidak berdetak lagi seperti tanda-tanda kematian yang diceritakan oleh orang-orang. Mbok memang selalu berdoa agar diberi kesempatan untuk dapat menyaksikan akad nikah Si sindi setiap habis sholat tahajud dan sholat fardlu. Mbok merasa senang sekali, Alloh telah mengabulkan doa saya.” Tutur mbok rohaya dan menitikan air mata.

Para pelayat tertunduk dan merasa malu atas apa yang dialami Mbok rohaya. Doa seorang nenek tua renta itu telah dijabah oleh-Nya. Mereka pun bubar dan semenjak saat itu pun masjid yang biasanya sepi sekarang selalu penuh orang-orang yang datang untuk beribah.